
SERAYUNEWS – Pemerintah melakukan penyesuaian jadwal penyeberangan di lintas Jawa–Bali selama periode mudik Lebaran 2026.
Kebijakan ini diterapkan agar aktivitas transportasi tetap berjalan tertib tanpa mengganggu pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang dirayakan umat Hindu di Bali.
Penyesuaian jadwal ini menjadi bagian dari strategi pengendalian lalu lintas dan transportasi selama Operasi Ketupat 2026.
Mengingat perayaan Nyepi tahun ini berlangsung berdekatan dengan periode arus mudik Idulfitri, pemerintah menilai perlu adanya penyesuaian operasional transportasi, khususnya pada jalur penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa pengaturan tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melibatkan sejumlah instansi terkait.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah Nyepi di Bali.
Selain mempertimbangkan aspek keagamaan, kebijakan ini juga menjadi langkah antisipasi lonjakan penumpang selama masa mudik Lebaran.
Lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dikenal sebagai salah satu jalur transportasi laut tersibuk saat musim mudik karena menjadi penghubung utama antara Pulau Jawa dan Bali.
Oleh karena itu, pengaturan jadwal penyeberangan dinilai penting untuk mencegah penumpukan kendaraan dan penumpang di pelabuhan.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat membantu pengaturan arus perjalanan masyarakat secara lebih terstruktur dan terkendali.
Pemerintah memutuskan menutup sementara layanan penyeberangan menuju Bali selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi.
Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang menjalankan rangkaian ibadah Nyepi dalam suasana hening tanpa aktivitas.
Hari Raya Nyepi merupakan hari suci umat Hindu yang diperingati dengan menjalankan Catur Brata Penyepian.
Pada hari tersebut, masyarakat Bali menjalankan empat pantangan utama, yaitu tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak mengadakan hiburan.
Karena itu, aktivitas transportasi menuju Bali juga dihentikan sementara. Kebijakan ini telah menjadi tradisi setiap tahun untuk menjaga kekhusyukan pelaksanaan Nyepi di Pulau Dewata.
Salah satu lintasan penyeberangan yang terdampak adalah rute Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk di Bali.
Jalur ini merupakan jalur utama transportasi laut yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali serta melayani ribuan kendaraan setiap harinya.
Dengan adanya penghentian sementara layanan penyeberangan tersebut, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan lintas pulau diimbau menyesuaikan jadwal keberangkatan.
Langkah ini penting untuk menghindari antrean kendaraan di area pelabuhan menjelang waktu penutupan layanan.
Pemerintah telah menetapkan jadwal penghentian sementara layanan penyeberangan selama perayaan Nyepi 2026 sebagai berikut:
Selama periode tersebut, tidak ada aktivitas kapal penyeberangan yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Seluruh layanan kapal akan kembali berjalan normal setelah waktu pembukaan yang telah ditentukan.
Penyesuaian jadwal ini juga telah disosialisasikan kepada operator kapal, petugas pelabuhan, serta masyarakat yang akan melakukan perjalanan. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi kebingungan informasi bagi para penumpang.
Penyesuaian jadwal penyeberangan ini merupakan bagian dari pengaturan transportasi selama Operasi Ketupat 2026, yang dilaksanakan pemerintah bersama kepolisian serta instansi terkait lainnya.
Operasi Ketupat merupakan agenda tahunan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran. Dalam operasi ini, berbagai kebijakan transportasi diterapkan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Selain di lintasan Ketapang–Gilimanuk, pengaturan operasional juga diberlakukan pada beberapa lintasan penyeberangan lain menuju Bali dan Lombok.
Beberapa pelabuhan seperti Padang Bai di Bali dan Lembar di Lombok juga menyesuaikan jadwal operasional selama periode Nyepi.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran yang diperkirakan meningkat signifikan.
Setiap tahun, jutaan orang melakukan perjalanan lintas pulau melalui jalur darat dan penyeberangan laut.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui jalur penyeberangan Jawa–Bali agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.
Penumpang diminta memperhatikan jadwal operasional penyeberangan agar tidak melakukan perjalanan mendekati waktu penutupan layanan.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk memantau informasi resmi dari operator penyeberangan maupun instansi pemerintah terkait.
Informasi terbaru biasanya disampaikan melalui media sosial, situs resmi, maupun pengumuman di pelabuhan.