
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunnah yang rutin dianjurkan untuk dikerjakan setiap bulan Hijriah. Simak jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026.
Pasalnya, selain berpahala besar, puasa Ayyamul Bidh juga menjadi amalan yang dicintai Rasulullah SAW.
Bahkan, beliau berwasiat kepada para sahabat agar tidak meninggalkan ibadah ini karena memiliki keutamaan yang luar biasa.
Lantas, kapan jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026? Mengapa puasa ini disebut sebagai “Hari Putih”? Simak penjelasannya berikut.
Sebelum menjalankan ibadah ini, penting bagi Anda memahami makna di balik istilah Ayyamul Bidh.
Secara bahasa, Ayyamul Bidh berarti “Hari-hari Putih.” Sebutan tersebut diberikan karena puasa ini dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, yakni saat bulan sedang berada dalam fase purnama (full moon).
Pada malam-malam tersebut, cahaya bulan bersinar sangat terang sehingga menerangi bumi yang gelap.
Kondisi inilah yang membuat malam tampak lebih bercahaya atau seolah-olah berwarna putih.
Makna tersebut tidak hanya dipahami secara harfiah. Para ulama juga menjelaskan bahwa istilah “hari putih” mengandung pesan spiritual.
Sebagaimana cahaya bulan menerangi malam, puasa Ayyamul Bidh diharapkan mampu membersihkan hati seorang muslim dari dosa-dosa dan mendekatkannya kepada Allah SWT melalui ibadah yang ikhlas.
Berdasarkan kalender Hijriah, pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh bulan Shafar 1448 H jatuh pada:
Puasa dilaksanakan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari sebagaimana puasa sunnah pada umumnya.
Umat Islam dapat berniat pada malam hari sebelum berpuasa, meskipun menurut sebagian ulama niat puasa sunnah juga diperbolehkan pada pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Puasa Ayyamul Bidh memiliki hukum Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan.
Rasulullah SAW dikenal sangat menjaga ibadah ini dan menganjurkannya kepada para sahabat.
Di antaranya Abu Hurairah RA dan Abu Darda RA yang menerima wasiat langsung dari Rasulullah SAW agar senantiasa mengerjakan puasa tiga hari setiap bulan.
Anjuran tersebut menunjukkan bahwa puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi termasuk amalan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Keutamaan paling dikenal dari puasa Ayyamul Bidh adalah pahala yang sangat besar.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa berpuasa tiga hari setiap bulan nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Hal tersebut didasarkan pada prinsip bahwa setiap satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat.
Tiga hari puasa dalam satu bulan seolah menjadi tiga puluh hari pahala, sehingga jika dilakukan secara rutin setiap bulan, nilainya seperti berpuasa selama setahun penuh.
Selain itu, puasa sunnah ini juga menjadi sarana melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan ketakwaan, serta memperbanyak amal saleh di luar ibadah wajib.
Berikut bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh yang umum diamalkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi sunnatan lillāhi ta’ālā.
Artinya:
“Saya berniat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Amalan yang Dianjurkan Saat Berpuasa
Agar ibadah semakin bernilai, Anda dapat mengiringi Puasa Ayyamul Bidh dengan berbagai amalan lainnya, seperti:
Dengan menggabungkan puasa dan berbagai amal saleh tersebut, seorang muslim dapat memperoleh manfaat spiritual yang lebih besar sekaligus meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.***