Sabtu, 29 Januari 2022

Jeknyong Diluncurkan, Gubernur Jateng Jadi Konsumen Pertama

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (batik) menjadi konsumen pertama aplikasi jeknyong yang diluncurkan Rabu (12/1/2022) di Pendopo Sipanji. ( Foto : Hermiana E.Effendi)

Kabupaten Banyumas secara resmi sudah meluncurkan aplikasi pengelolaan sampah yang diberi nama Jeknyong atau Ojek Inyong. Konsumen pertama dari aplikasi jemput bola sampah ini adalah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.


Purwokerto, Serayunews.com

Peluncuran program Jeknyong ini dilakukan Ganjar Pranowo, sekaligus ia menjadi konsumen pertama dengan menjual 1 kilogram sampah. Dari petugas jeknyong, Ganjar menerima uang pembelian sebesar Rp 1.500.

“Saya tahu, Bupati Banyumas sudah berulangkali melakukan inovasi untuk pengelolaan sampah dan puncaknya adalah dengan adanya aplikasi jeknyong ini. Jadi pemilahan sampah dilakukan oleh rumah tangga, kemudian dijemput melalui aplikasi, ada komunikasi dua arah dan secara terori ini sudah betul,” kata Ganjar usai melounching jeknyong di Pendopo Sipanji Purwokerto, Rabu (12/1/2022).

Baca juga  Ramai Soal Pernyataan Arteria Dahlan dan Edy Mulyadi, Ini Pandangan Ganjar

Terkait program jeknyong ini, Ganjar mengatakan, jika berhasil maka akan menjadi unit bisnis baru yang sangat menjanjikan. Sampah yang sudah dipilah kemudian dikeringkan dan dijemput oleh petugas jeknyong, penjemputan sampah ini difasilitasi oleh BUMD, dalam hal ini adalah PT Banyumas Investama Jaya (BIJ).

“Sampah yang sudah dipilah ini mempunyai velue lebih, kemudian dijemput dan diolah oleh BUMD. Jika pola ini berhasil di Banyumas, maka akan saya terapkan di wilayah lain,” jelasnya.

Menurut Gubernur, beberapa kota dan kabupaten di Jateng sebenarnya sudah ada yang menerapkan jemput bola sampah, seperti Semarang, Solo dan Salatiga. Namun, belum dilengkapi dengan aplikasi khusus seperti jeknyong.

Baca juga  Alhamdulillah, Eks Pekerja Migran di Cilacap akan Diberdayakan Berwirausaha

“Ada yang sudah menggunakan aplikasi yaitu di Kabupaten Banjarnegara, tetapi skupnya baru satu desa saja. Jadi secara kwantitas masih kecil dan dari sisi bisnis belum memenuhi. Kalau Banyumas ini lebih luas, sehingga lebih menjanjikan untuk bisnis, asalkan berjalan sesuai harapan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur BIJ, Aditya S Pramono mengatakan, untuk harga sampah sudah tertera dalam aplikasi yaitu mulai dari Rp 500 hingga yang paling mahal Rp 60.000 per kilogram. Harga termurah dibandrol untuk sampah plastik campur dan yang termahal merupakan sampah logam.

Baca juga  Pedagang Pasar Kroya Bakal Direlokasi ke Terminal Karangmangu Sebelum Lebaran

“Dengan catatan semua sampah yang kita beli dalam kondisi bersih dan kering, jadi harus dicuci dan dijemur terlebih dahulu,” katanya.

Untuk armada penjemputan sampah, BIJ menyiapkan 4 kendaraan dan sopir sebanyak 6 orang. Terkait waktu penjemputan sampah, lanjut Aditya, bisa dikomunikasikan langsung dengan sopir.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini