Sabtu, 31 Juli 2021

Jeruklegi Banjir, Perekonomian Warga Lumpuh!

Jalan Cilibang-Jambusari terendam banjir, yang merupakan akses utama ke Desa Prapagan dan sekitarnya. (Irfan)

Banjir yang terjadi di Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap sejak Rabu (21/7/2021) dini hari, mengakibatkan lumpuhnya aktivitas ekonomi warga. Seperti yang dialami Slamet Riyadi, seorang petani gula semut asal Desa Prapagan Jeruklegi, yang setiap harinya mengelilingi beberapa wilayah desa, untuk mengumpulkan komoditas gula semut. Namun dengan adanya banjir ini, ia tidak bisa melangsungkan aktivitas seperti biasanya.


Jeruklegi, serayunews.com

“Saat ini saya berhenti, karena ada banjir. Rasanya seperti terkepung, tidak bisa kemana-mana. Biasanya saya setiap hari muter cari gula, namun hari ini tidak bisa,” katanya kepada serayunews.com, Rabu (21/7/2021).

Slamet menjelaskan, setiap harinya ia beraktivitas mencari gula untuk dijual kembali. Gula dia ambil dari beberapa wilayah desa seperti Jambusari, Prapagan, Brebeg, Sumingkir, Mandala, dan Citepus. Namun dengan adanya banjir ini, membuat akses dari dan menuju desanya terhambat.

“Alhamdulillah rumah saya tidak terendam karena di tempat yang agak tinggi, namun akses jalannya bisa dikatakan terputus. Baik ke arah Jambusari maupun Kawunganten, terendam banjir semua. Saya sendiri menanggung kerugian karena tidak bisa mencari gula,” ungkapnya.

Dalam sehari, kata dia, dirinya mampu mengepul gula sebanyak 70 hingga 100 Kg, sehingga jika dalam sehari saja terhambat, seperti yang dirasakan saat ini. Ia menanggung kerugian hingga Rp 1.600.000 per hari. Padahal banjir tersebut belum dapat dipastikan kapan akan berakhir.

“Harapan saya airnya cepat surut, agar bisa beraktivitas kembali, terutama warga yang mencari nafkah agar lancar kembali. Para warga yang terdampak mohon dibantu,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini