Kamis, 7 Juli 2022

Kala Harimau Jawa Diklaim Sudah Punah, Warga Banjarnegara Mengaku Melihat Harimau

foto harimau hanya ilustrasi. {Gambar oleh TheOtherKev dari Pixabay)

Pembahasan harimau jawa tidak pernah selesai. Harimau jawa diklaim sudah punah. Tapi beberapa orang mengaku pernah melihat harimau di daerah Jawa, salah satunya para petani Banjarnegara yang melihat empat harimau dengan perincian satu harimau besar dan tiga harimau anakan.

Mengutip pemberitaan mongabay dan beberapa informasi lain, diketahui bahwa harimau jawa (Panthera tigris sondaica) sudah dinyatakan punah. International Union for Conservation Nature secara resmi membeberkan harimau jawa punah pada tahun 1980-an. Terakhir kali, harimau jawa terlihat di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur tahun 1976.

Namun, klaim punah itu beberapa kali dibantah. Beberapa warga di Jawa mengaku melihat harimau jawa. Bantahan kepunahan harimau jawa sering termunculkan. Beda ceritanya dengan harimau bali yang sudah punah dan jarang ada bantahan.

Baca juga  Indonesia Seri Lawan Nepal Tetap Bisa Lolos, Tapi Ada Syaratnya

Bantahan punahnya harimau jawa juga diungkapkan Didik Raharyono. Lelaki yang getol meneliti harimau jawa ini mengaku menerima foto harimau jawa dari seorang pemburu. Foto itu menurutnya valid harimau jawa, tapi dia merahasiakan tempat di mana harimau jawa itu difoto. Yang pasti, kata Didik seperti dikutip detik.com, bahwa harimau jawa itu ada di wilayah Jawa Tengah.

Kini, berdasarkan pemberitaan serayunews.com, Sabtu (21/5/2022), warga di Desa Penawaran, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara melihat iringan harimau. Jika memang benar bahwa yang dilihat harimau, apakah mungkin itu harimau sumatera atau harimau benggala? Lebih masuk akal bahwa itu adalah harimau jawa.

Baca juga  Tepok Bulu Vindes dan "Kegaduhan" Berkelas

Tapi sekali lagi, perlu dibuktikan lebih lanjut keterangan dari warga tersebut. Atau mungkinkah jika itu bukan harimau tapi macan tutul? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa dijelaskan jika ada bukti nyata di lapangan, dikonfirmasi oleh pihak yang mengetahui tentang harimau jawa, baik ciri atau tabiatnya.

Lalu?

Jika memang harimau jawa masih ada, maka stakeholder yang terkait dengan dunia perbinatangan harus mengatakan bahwa hewan buas itu masih ada dan jangan ditutup-tutupi. Selain itu, pemerintah perlu menjaganya, warga perlu menjaganya. Caranya dengan tidak merusak habitat harimau jawa tersebut. Jika harimau jawa memang masih ada, maka tak perlu dieksploitasi lebih dalam dengan mencarinya atau bahkan memburunya.

Baca juga  Pahlawan Kapitan Pattimura Ternyata Islam? Kritislah dengan Cari Sumber Pertama

Biarkan harimau jawa hidup di habitatnya, hidup dengan kehidupannya. Jika harimau jawa ini ternyata masih ada, maka klaim punah yang pernah diutarakan pada tahun 1980-an terbantahkan dengan telak.

Tapi jika memang harimau jawa sudah punah, maka jadi pelajaran yang penting. Bahwa habitat hewan tidak bisa dirusak sembarangan. Hutan tak bisa dihabisi sembarangan. Bagaimanapun, selain sebagai tempat hidup hewan, hutan adalah tempat memproduksi oksigen paling masif yang dibutuhkan umat manusia.

Berita Terkait

Berita Terkini