Jumat, 12 Agustus 2022

Kasus Dugaan Penyekapan 54 TKI Dilaporkan ke Gubernur

Kasus dugaan penyekapan 54 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dilaporkan ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ternyata bukan kasus baru. Sepanjang 2022, sebanyak 260 WNI di negara itu yang mengalami kasus serupa.


Semarang, serayunews.com

Hal itu seperti pernyataan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Sakina Rosellasari, Kamis (28/7). Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati jika ingin berangkat kerja ke Kamboja.

“Informasi dari Dubes RI di Kamboja, sepanjang tahun ini saja sudah ada 260 WNI yang mengadu tertipu. Dan nampaknya, jumlah itu akan bertambah terus,” katanya.

Sampai saat ini, lanjutnya, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedubes RI di Kamboja terkait kasus penyekapan 54 WNI. Pemantauan terus berlangsung karena pihak Kemenlu dan Kedubes RI di Kamboja sedang bekerja.

Baca juga  Surakarta Jadi Juara Umum Popda Jateng

“Kami pantau terus dan koordinasi aktif. Kami harap kawan-kawan TKI yang di sana baik-baik saja,” ucapnya.

Dari data sementara, Sakina mengatakan ada warga Jawa Tengah yang menjadi korban dugaan penyekapan itu. Setidaknya ada 10 warga asal Jateng yang berada dalam rombongan.

“Yang dari Jateng ada 10 orang, tapi kami update terus dan komunikasi dengan mereka untuk memastikan mereka aman,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo gerak cepat menangani laporan warga terkait dugaan penyekapan 54 Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja. Ganjar menerima laporan itu lewat media sosial dari seorang warganet dengan akun @angelinahui97. Warganet tersebut melaporkan terkait adanya penyekapan terhadap 54 WNI di Kamboja.

Baca juga  Pemerintah Pusat Beri Bantuan Ratusan Ribu Kelapa Genjah ke Warga Sukoharjo dan Boyolali

Ganjar pun meminta Disnakertrans Jateng untuk segera melakukan pengecekan dan menindaklanjuti. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng langsung bergerak dengan mengecek dan menindaklanjuti pada pihak terkait.

Janji

Para WNI di Kamboja itu mendapat janji bekerja sebagai operator, call center dan bagian keuangan. Namun di lokasi penempatan tidak sesuai dengan kesepakatan. Modus pemberangkatan secara unprosedural dengan mengunakan agency perseorangan dengan setiap WNI yg berangkat dengan agency yang berbeda. Menurut informasi dari yang bersangkutan, bahwa kemungkinan dalam tiga hari ke depan akan diperdagangkan.

Baca juga  Angka Pertumbuhan Ekonomi Jateng Lebih Baik dari Nasional

Sejauh ini, Pemprov Jateng sudah melakukan upaya dengan berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Direktorat Perlindungan PMI. Saat ini, Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kamboja sedang menangani persoalan ini. Kemudian, sedang melakukan pendalaman kasus bekerjasama dengan otoritas setempat. Pihak KBRI juga sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Kamboja untuk proses pembebasannya.

Berita Terkait

Berita Terkini