SERAYUNEWS – Meriang, seringkali dianggap sebagai kondisi ketidaknyamanan dengan sensasi dingin, bisa menjadi tanda awal munculnya demam.
Meskipun bukan merupakan penyakit, meriang adalah gejala yang menunjukkan adanya gangguan dalam tubuh.
Umumnya, meriang ditandai dengan suhu tubuh antara 37 sampai 38 derajat Celsius. Lalu, apa saja yang bisa menjadi penyebab kondisi ini?
Untuk menjaga tubuh tetap dalam kondisi Sehat, ada beberapa kebiasaan yang bisa Anda terapkan. Berikut antaranya.
Masuknya virus atau bakteri penyebab berbagai penyakit bisa jadi salah satu faktor yang membuat Anda merasakan meriang.
Saat agen penyebab ini berhasil menginvasi tubuh, sistem imun segera beraksi untuk menangkal penyebarannya, demi mencegah Anda jatuh sakit.
Respons dari sistem kekebalan inilah yang sering menghasilkan gejala meriang.
Jika Anda mengalami peradangan pada sendi-sendi, tubuh cenderung meningkatkan aktivitas sistem kekebalan untuk melawan kondisi tersebut.
Hal ini bisa menyebabkan demam ringan sebagai reaksi alami tubuh terhadap peradangan yang terjadi.
Kurangnya gizi, terutama vitamin B12 dan kalori, dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh yang signifikan.
Akibatnya, Anda mungkin merasakan sensasi menggigil yang tidak nyaman serta kedinginan menyelimuti tubuh secara keseluruhan.
Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah dalam tubuh tidak mencukupi.
Sel-sel darah merah memiliki peran krusial dalam mendistribusikan oksigen ke otak dan mendukung aliran darah.
Oleh karena itu, individu yang mengalami anemia sering merasakan pusing dan kedinginan.
Hipoglikemia terjadi saat kadar gula dalam darah rendah. Gejala yang mungkin Anda rasakan meliputi gemetar, wajah pucat, keringat dingin, serta pusing.
Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini lebih umum dialami oleh wanita, dengan sekitar 60% penderitanya adalah perempuan.
Rasa cemas yang berlebihan dapat memicu demam psikogenik, ditandai tiba-tiba dengan gejala berikut.
Produksi hormon tiroid yang rendah menjadikan tubuh lebih sensitif terhadap suhu dingin dan membuat Anda cenderung merasa kurang bertenaga.
Beberapa jenis vaksin, seperti vaksin tetanus, HPV, tifus, dan influenza, dapat memicu demam sebagai respons tubuh.
Meskipun demam setelah vaksinasi adalah hal yang wajar, beberapa orang mungkin merasakan tingkat kelelahan cukup signifikan, sehingga memerlukan waktu untuk beristirahat.
Jika merasakan gejala sakit atau menggigil yang mengganggu dan mempengaruhi produktivitas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Semoga membantu.***