Sabtu, 20 Agustus 2022

Keren, Pelajar dari Banjarnegara Ubah Motor Matic Jadi Motor Listrik


Pelajar dari SMKN 2 Bawang Kabupaten Banjarnegara berhasil mengonversi sepeda motor matic berbahan bakar minyak menjadi berbahan bakar listrik. Hasil inovasi pelajari itu pun membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bangga. Ia bahkan langsung mencoba sepeda motor listrik tersebut.


Banjarnegara, serayunews.com

“Ini karya pelajar SMKN 2 Bawang, Banjarnegara, yang memodifikasi motor mesin berbahan bakar minyak diganti berbahan bakar listrik. Sekarang saya mau coba jalan,” kata Ganjar sebelum mencoba menaiki sepeda motor listrik itu usai hadir menjadi pembicara dalam acara Gubernur Mengajar, Senin (25/7/2022).

Baca juga  Penghapusan Tenaga Honorer di 2023, Bagaikan Simalakama  

Usai mencoba sepeda motor tersebut, Ganjar kemudian memberikan tanggapannya. Menurut Ganjar inovasi mengkonversi sepeda motor berbahan bakar minyak atau bensin ke listrik merupakan ide yang bagus. Setidaknya sudah ada praktik dari sekolah meskipun tentu masih belum sempurna.

“Ide bagus kalau anak-anak ini mesinnya bisa dibuat. Sebenarnya bisa ditawarkan, ngga usah beli motor listrik baru, motor lama saja dikonversi. Kalau bisa perbaiki baterainya, tingkatkan kapasitas sekarang yang masih untuk jarak 30 kilometer,” katanya.

Pengerjaan sepeda motor inovasi pelajar SMKN 2 Bawang tersebut memakan waktu dua bulan. Pengerjaan oleh pelajar dari tiga jurusan, yaitu  Teknik Bisnis Sepeda Motor, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, dan Teknik Elektronika Industri. Bahannya merupakan sepeda motor matic yang sebelumnya untuk praktik. Untuk membuat kerangka sendiri butuh waktu lebih lama lagi.

Baca juga  Pemerintah Pusat Beri Bantuan Ratusan Ribu Kelapa Genjah ke Warga Sukoharjo dan Boyolali

“Pengerjaan selama dua bulan. Spesifikasi motornya untuk waktu charger 3-4 jam, jarak tempuh bisa 20-30 km, untuk berat maksimal 300 kilogram, kecepatan bisa 50-60kmph. Produksi baru satu, ini masih percobaan dan masih akan ada pengembangan lagi ke depan,” kata Zidan, salah seorang pelajar yang ikut melahirkan inovasi sepeda motor listrik itu.

Delta Ayodya Pradipta, pelajar Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN 2 Bawang menambahkan proses paling lama dalam pengerjaan sepeda motor listrik itu adalah pembuatan instalasi dan penggeraknya. Sebab harus membuat instalasi baru yang lebih rumit dari instalasi aslinya.

Baca juga  Satu Keluarga dari Waropen Papua Datangi Rumah Dinas Ganjar, Ini Alasannya

“Paling lama pengerjaan pada bagian instalasi dan penggeraknya agar bisa jalan. Kabel banyak dan ruwet jadi harus rapi biar bisa jadi motor yang sempurna. Buat instalasi baru secara manual,” kata Delta.

Berita Terkait

Berita Terkini