Minggu, 25 September 2022

Kisah Pilu, Nenek 80 Tahun di Arcawinangun Purwokerto, Hilang Terbawa Longsor Saat Tidur di Kamar

 

Sekretaris Bidang Abdimas Kwarcab Banyumas, Ady Candra, sedang meninjau lokasi longsor akibat tergerus banjir Sungai Pelus, di Kelurahan Arcawinganun RT 04 RW 04, Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas, Senin (19/9/2022). (Dokumentasi Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas)

Seorang nenek 80 tahun bernama Susilowati, warga Kelurahan Arcawinangun RT 04 RW 04, Purwokerto Timur, hilang terbawa longsor, Senin (19/9/2022) malam. Saat bencana tanah longsor yang terjadi akibat tergerus aliran Sungai Pelus itu terjadi, nenek Susilowati sedang tertidur di kamarnya.


Purwokerto, serayunews.com

Sekretaris Bidang Abdimas Kwarcab Banyumas, Ady Candra menjelaskan, sejak pukul 15.00 WIB, Sungai Pelus mengalami banjir karena hujan cukup lebat. Hingga sekitar pukul 19.30 WIB, rumah warga bernama Sabar, mengalami longsor. Sementara sang ibu, Susilowati sedang tidur di dalam kamarnya.

“Korban sakit dan tidak bisa jalan, pada saat kejadian kamar korban ikut terbawa longsor dan kondisi terkini, korban belum kami temukan. Kemungkinan, korban masih tertimbun material longsor di tebing sungai,” ujar dia.

Karena kondisi masih hujan, tim menghentikan pencarian untuk sementara. Para relawan, hingga kini masih terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.

“Sampai pukul 22.45 WIB, kondisi masih hujan. BPBD mendirikan pos pantau di salah satu rumah di dekat lokasi kejadian dan pos relawan di Musala Baiturrohim,” kata dia.

Meski hanya ada satu rumah yang mengalami longsor, beberapa warga lainnya tetap diungsikan sementara. Tempat pengungsian di Wisma Kencana Kelurahan Archawinangun, maupun di tempat lainnya.

“Puluhan warga lainnya mengungsi ke Musala Baiturrohim Archawinangun, sekitar 300 meter dari lokasi gerusan Sungai Pelus,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini