Minggu, 28 November 2021

Korban Longsor Dahsyat, Bocah 7 Tahun di Pagentan Ini Alami Trauma

PMI Banjarnegara dan Psikolog melakukan kunjungan terhadap Putri Olivia. (Maula)

Longsor Pagentan masih menyisakan duka bagi keluarga korban, untuk itu PMI bersama dengan Psikolog terus melakukan pendampingan pada keluarga korban. Hal ini dilakukan agar mereka tidak terlalu larut dalam kesedihan. Salah satu yang dapat pendampingan adalah korban selama Putri Olivia yang masih berusia 7 tahun.


Banjarnegara, serayunews.com

Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara pada Jumat malam pekan lalu, meninggalkan trauma yang mendalam bagi penyintas yang berhasil selamat. Putri Olivia (7) ditemukan selamat, dia mengalami reaksi normal dalam situasi yang tidak normal akibat keluarganya menjadi korban tanah longsor Jumat malam kemarin. Dalam kejadian tersebut, empat orang meninggal dunia, yakni Bunga CA (14), Fino (11), Partini (38) dan seorang bidan Andriyani Erowati (42).

Pengurus PMI Kabupaten Banjarnegara sekaligus Psikolog Gones Saptowati mengatakan, saat ini penyintas dalam pendampingan penuh oleh tim Psikososial PMI Kabupaten Banjarnegara bersama Ikatan Psikolog Klinis Jawa Tengah.

“Ada dua penyintas dari kejadian ini, bahkan Putri Olivia mengalami kejadian traumatis berulang, PMI bersama Tim Psikolog membuat program intervensi intensif guna membantu pemulihan kondisi psikologisnya,” ujarnya.

Menurutnya, pendampingan akan dilakukan secara rutin dan berkala serta dengan berbagai metode dengan harapan proses pemulihan konsisi psikologis penyintas dapat berangsung normal kembali.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat sekitar untuk ikut serta membantu proses pemulihan dengan cara tidak kepo atau bertanya tentang kejadian karena akan mengguncang traumatis yang dialami.

Peran keluarga dekat juga diharapkan bisa menjadi support sistem dengan cara memberikan motivasi serta dukungan sesuai kebutuhan, membantu mengontrol pola istirahat dan asupan gizi yang cukup sehingga proses metabolism tubuh kembali normal dan membantu proses pemulihan secara fisik.

Berita Terkait

Berita Terkini