
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Purwokerto menjadi salah satu kota tujuan pendidikan yang cukup diminati mahasiswa di Jawa Tengah. Berada di wilayah Banyumas dan terletak di kaki Gunung Slamet, kota ini memiliki sejumlah perguruan tinggi yang membuat kehidupan masyarakatnya semakin dinamis.
Kehadiran kampus seperti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Wijayakusuma Purwokerto (Unwiku), Universitas Muhammadiyah Purwokerto, hingga sejumlah perguruan tinggi lainnya turut mendorong perkembangan berbagai fasilitas penunjang kehidupan mahasiswa.
Tidak hanya sektor pendidikan, perkembangan tersebut juga terlihat dari semakin beragamnya pilihan tempat makan, kedai kopi, pusat perbelanjaan, transportasi hingga destinasi wisata.
Kondisi tersebut membuat Purwokerto menarik bagi calon mahasiswa yang menginginkan suasana kota pendidikan tanpa biaya hidup seperti di kota metropolitan.
Lantas, berapa sebenarnya estimasi biaya hidup mahasiswa di Purwokerto?
Besaran pengeluaran makanan tentu berbeda-beda karena Tergantung pada kebiasaan dan gaya hidup masing-masing mahasiswa. Namun, Purwokerto masih memiliki banyak pilihan makanan dengan harga yang relatif bersahabat untuk kantong mahasiswa.
Di sekitar kawasan kampus, misalnya, mahasiswa masih dapat menemukan warung makan yang menyediakan menu dengan harga sekitar Rp10.000 untuk sekali makan.
Sementara itu, makan di kafe atau restoran dengan pilihan menu yang lebih beragam umumnya membutuhkan biaya mulai dari Rp20.000 per menu, belum termasuk minuman.
Jika ingin menekan pengeluaran, mahasiswa juga dapat membeli bahan makanan sendiri di pasar atau toko kebutuhan sehari-hari.
Anggur, mahasiswi Unwiku Purwokerto, menerapkan pola makan sederhana dengan makan tiga kali sehari di kisaran Rp30.000 hingga Rp60.000. Jumlah tersebut tentu dapat meningkat apabila memiliki kebiasaan nongkrong di kedai kopi atau makan di restoran.
Selain makanan, tempat tinggal menjadi salah satu komponen pengeluaran utama bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah.
Menurut Kania, mahasiswi Unwiku Purwokerto lainnya mengatakan, pilihan kos di Purwokerto cukup beragam terutama di sekitar kampus.
Sebagai gambaran, kos di sekitar kampus Unwiku dapat ditemukan dengan harga mulai sekitar Rp400.000 hingga Rp650.000 per bulan, tergantung fasilitas dan lokasi yang ditawarkan.
Mengatur keuangan menjadi hal penting selama menjalani kehidupan perkuliahan. Sebagian mahasiswa memilih mencari pemasukan tambahan agar kebutuhan sehari-hari tidak sepenuhnya bergantung pada uang saku dari keluarga.
Salah satunya Kania yang memanfaatkan barang pribadi yang sudah tidak digunakan untuk mendapatkan tambahan uang. Ia menjalankan bisnis preloved dengan menjual pakaian yang masih layak pakai.
Sementara itu, Farida mahasiswi jurusan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Unwiku Purwokerto memilih mengambil pekerjaan sampingan. Ia memperoleh pemasukan tambahan dengan menjadi asisten makeup artist, pembawa acara, sekaligus membantu usaha milik orang tuanya.
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mencari sumber pendapatan tambahan sesuai dengan kemampuan, waktu luang, dan keterampilan yang dimiliki.
Mahasiswa yang tidak tinggal di kos juga memiliki pilihan transportasi umum untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Salah satunya melalui layanan Trans Banyumas yang menghubungkan sejumlah kawasan di Banyumas, termasuk wilayah yang berdekatan dengan pusat aktivitas pendidikan.
Tarif Trans Banyumas untuk masyarakat umum berada di angka Rp3.900. Sementara pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas dapat memperoleh tarif Rp2.000.
Sistem pembayarannya juga semakin praktis karena layanan tersebut telah mendukung metode pembayaran digital, termasuk QRIS Tap berbasis Near Field Communication (NFC).
Dengan biaya transportasi yang relatif murah, mahasiswa memiliki alternatif perjalanan selain menggunakan kendaraan pribadi.
Kehidupan mahasiswa tentu tidak hanya berkutat dengan perkuliahan. Aktivitas berkumpul bersama teman juga menjadi bagian dari keseharian, dan Purwokerto memiliki banyak pilihan tempat nongkrong dengan berbagai rentang harga.
Bagi mahasiswa yang gemar minum kopi, sejumlah kedai masih menyediakan menu dengan harga di bawah Rp20.000. Pilihan lain yang lebih sederhana adalah angkringan.
Dengan membeli nasi kucing, mendoan, dan kopi, mahasiswa dapat menghabiskan sekitar Rp20.000, tergantung jumlah makanan dan minuman yang dipesan.
Sementara itu, mahasiswa yang ingin menikmati suasana pusat perbelanjaan dapat mengunjungi Rita Supermall Purwokerto. Berbagai pilihan restoran dan tempat makan tersedia di kawasan tersebut, meski pengeluarannya tentu perlu disesuaikan dengan anggaran. (Artika Riana)