
SERAYUNEWS- Peristiwa ledakan petasan terjadi di wilayah Kampung Pandansari, Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Ledakan tersebut mengakibatkan seorang pemuda berinisial FR mengalami luka bakar dan luka robek di beberapa bagian tubuh.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun aparat kepolisian dari lokasi kejadian, insiden bermula sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat itu, korban FR bersama seorang saksi berinisial AR membeli bubuk mercon di Dusun Siono, Desa Bojasari, Kecamatan Kertek.
Setelah memperoleh bahan tersebut, keduanya merakit petasan di dalam rumah seorang warga berinisial M yang berada di wilayah Pandansari.
Proses perakitan menggunakan gulungan kertas sebagai pembungkus bahan peledak, serta peralatan berupa tabung (tank) dan mesin gerinda untuk memotong besi.
Ledakan diduga terjadi ketika percikan api dari mesin gerinda menyambar bubuk petasan yang sedang dirakit. Material peledak yang sensitif terhadap panas dan gesekan itu langsung memicu ledakan keras di dalam ruangan.
Suara dentuman sempat mengejutkan warga sekitar. Beberapa saksi mata menyebutkan ledakan terdengar cukup keras hingga membuat warga berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara.
Korban FR mengalami luka bakar dan luka robek akibat semburan api dan serpihan material. Sementara saksi AR dilaporkan selamat dari luka serius.
Warga yang mengetahui kejadian segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo untuk mendapatkan penanganan medis.
Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter jaga dr. Pendowo melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka bakar serta luka robek pada kedua tangan, bagian dada, wajah, dan paha.
Tim medis langsung melakukan tindakan perawatan intensif guna mencegah infeksi dan komplikasi lanjutan. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan untuk pemulihan kondisi fisiknya.
Petugas dari Polsek Kertek segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Aparat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Kapolsek Kertek, AKP Sutono, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut, terutama untuk memastikan asal-usul bubuk mercon yang digunakan korban.
“Kami masih mendalami dari mana bahan petasan tersebut diperoleh. Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentu akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar AKP Sutono.
Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam distribusi bahan peledak ilegal tersebut.
Kasus ledakan petasan Kertek 2026 ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan di mana aktivitas penggunaan petasan biasanya meningkat.
Bubuk mercon termasuk bahan yang sangat mudah terbakar dan sensitif terhadap percikan api, gesekan, maupun tekanan. Proses perakitan tanpa standar keamanan yang memadai sangat berisiko menimbulkan ledakan tak terkendali.
Selain membahayakan pembuatnya, ledakan petasan juga berpotensi merusak bangunan dan melukai warga sekitar. Dalam beberapa kasus, insiden serupa bahkan menyebabkan korban jiwa.
Kapolsek Kertek mengimbau masyarakat agar tidak membeli, menyimpan, maupun merakit bahan peledak secara ilegal. Aktivitas tersebut tidak hanya mengancam keselamatan pribadi, tetapi juga melanggar hukum.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mencoba-coba membuat petasan sendiri. Risiko ledakan sangat tinggi dan konsekuensi hukumnya jelas,” tegasnya.
Aparat kepolisian berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap peredaran bahan peledak ilegal di wilayah Kertek dan sekitarnya guna mencegah kejadian serupa terulang.
Peristiwa ledakan petasan di Pandansari Kertek Wonosobo menjadi pengingat bahwa aktivitas merakit bahan peledak tanpa izin dan pengamanan yang memadai sangat berbahaya.
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi tradisi penggunaan petasan. Keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan harus menjadi prioritas utama, terlebih menjelang momentum keagamaan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif dan aman.