
BOGOR, SERAYUNEWS – Bagi Anda yang berencana menikmati libur panjang akhir pekan ini di kawasan Puncak, Bogor, harap bersiap untuk menyesuaikan waktu perjalanan Anda. Kepolisian kembali memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) demi mengurai kepadatan kendaraan selama libur panjang yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 17 Agustus 2026.
Kebijakan kepolisian ini guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama libur panjang akhir pekan dari tanggal 15 hingga 17 Agustus 2026. Kebijakan ini diterapkan pada hari Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional, namun pelaksanaannya di lapangan tetap bersifat situasional menyesuaikan dengan tingkat kemacetan jalan.
Bagi pengendara yang mengarah ke Puncak (arah naik), arus kendaraan diprioritaskan mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.30 WIB. Sementara itu, bagi kendaraan yang mengarah ke Jakarta (arah turun), sistem satu arah dijadwalkan berlaku mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, dengan kemungkinan waktu penyelesaian yang bisa lebih cepat atau lebih lambat secara situasional. Jadwal arah naik dan turun ini berlaku sama pada hari Sabtu dan Minggu. Adapun khusus untuk hari libur nasional, skema satu arah bersifat sangat dinamis dan akan mengikuti tingkat kepadatan arus lalu lintas pada hari tersebut.
Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk memperhatikan bahwa waktu pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini sangat fleksibel. Sistem satu arah tidak selalu dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB bisa saja baru berjalan sekitar pukul 10.00 WIB meskipun arah tujuannya tetap mengikuti ketentuan prioritas jam yang telah ditetapkan.
Selain itu, sebelum sistem satu arah diterapkan secara penuh 100 persen, petugas akan memberlakukan proses buka-tutup jalur terlebih dahulu sebagai masa transisi. Pada masa transisi ini, arus kendaraan terkadang dialirkan ke arah yang berlawanan dari jadwal semestinya, terutama saat peralihan arus balik menuju Jakarta yang prosesnya cenderung memakan waktu lebih lama, sehingga pengendara sangat diharapkan untuk tetap bersabar dan tertib mengantri di jalurnya. (reza nugraha)