Rabu, 1 Desember 2021

Lima Anak Ikuti Ritual Potong Rambut Gimbal di Dieng Culture Festival, Ada yang Minta Sepeda

Upacara potong rambut gimbal. (Shandi)

Lima anak bajang atau anak yang memiliki rambut gimbal, mengikuti prosesi pemotongan atau jamasan rambut gimbal pada Dieng Festival Culture (DCF), Selasa (2/11/2021). Dalam prosesi tersebut, ada yang minta sepeda, minta jajanan, hingga minta kesenian rewoh-rewoh.


Banjarnegara, serayunews.com

Prosesi tersebut dilangsungkan seperti biasa dengan menghadirkan pemuka adat setempat serta pejabat-pejabat setempat. Tak terkecuali dengan anak bajang serta iring-iringan tumpeng untuk menjalankan prosesi jamasan.

Ada lima anak dimana dua berasal dari Kabupaten Wonosobo, dua dari Kabupaten Banjarnegara, dan satu dari Yogyakarta. Dalam jamasan tersebut, permintaan mereka bervariasi dari mulai sepeda, kesenian rewo-rewo, sepeda onthel, hingga minta potong rambut di Dieng.

Permintaan sederhana hanya potong rambut di acara DFC yakni Ponita Alysia bocah kelas satu SD ini pasangan dari Kito Mardiyono dan Karni asal Desa Pulus RT 3 RW 1, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. Menurut Karni, anaknya sudah dua kali ini di potong di DFC, dimana pemotongan sebelunya pada DFC ke-11 lalu.

“Tahun lalu mintanya balon empat, saya berikan lima balon. Mungkin karena balonnya lebih, jadi dalam satu tahun ini rambutnya sudah menggimbal lagi,” ujar dia kepada serayunews.com.

Sementara itu menurut Ketua Panitia DFC, Alif Faozi tahun ini memang hanya ada lima anak yang mengikuti prosesi jamasan. Hal tersebut, tak lepas dari masih memasuki Pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Jadi yang mendaftar dan belum bisa cukur, kita laksanakan tahun depan,” ujarnya.

Alif menambahkan, acara DFC ke-12 ini memang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dengan memperketat protokol kesehatan serta membatasi peserta atau penonton yang hadir dengan memperimbangkan protokol kesehatan (prokes).

“Kalau biasanya jamasan di tempat berbeda-beda, kali ini kita jadikan satu tempat. Jadi semuanya harus mengikuti proses, kita tetap laksanakan (DFC), pesertanya kita kurangi,” kata dia.

DFC tahun ini memang cukup sepi pengunjung, dimana masih menurut Alif hal tersebut sudah terjadi sejak tahun lalu pada saat Pandemi Covid-19. Sehingga pihaknya berharap pandemi bisa segera berakhir dan DFC kembali ramai.

“Kita berdoa tahun ini semoga pada tahun depan normal kembali. Dampaknya ke masyarakat kurang bagus, biasanya ada rezeki di masyarakat,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini