Sabtu, 20 Agustus 2022

Lima Hari Belajar di Tingkat SD Masih Jadi Polemik, Ada Wali Murid di Banyumas yang Pro dan Kontra

Belajar mengajar di salah satu sekolah Dasar di Purwokerto

Hari ini Senin (1/8/2022) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, melaksanakan uji coba lima hari belajar di sekolah untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Jam pelajaran siswa, ditambah satu jam dari Senin sampai Jumat. Keputusan tersebut, tetap menjadi pro dan kontra di kalangan wali murid.


Purwokerto, serayunews.com

Idhad warga Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, menjadi salah satu orang yang pro terkait kebijakan pemerintah tersebut.

“Biasanya anak saya pulang jam 10.00 kadang jam 10.30 WIB, sekarang pulangnya itu sekitar jam 12.10 WIB. Anak saya tidak kelahan dan saya mendukung sekali lima hari belajar,” katanya.

Baca juga  Unit Reskrim Polsek Baturraden dan Sumbang, Amankan Spesialis Curanmor Asal Purbalingga

Ia beralasan, dengan lima hari belajar anaknya yang masih duduk di kelas 2 SD tersebut jadi lebih fokus kegiatan yang lebih positif. Sebab, minimnya waktu luang untuk bermain gadget.

“Jadi kalau selesai belajar jam segitu, pulang ke rumah sejam bisa tidur. Kemudian bangunnya, bisa ikut kegiatan seperti sepak bola. Jadi nggak tergantung sama gadget, lebih efektif seperti ini. Kemudian waktu libur bersama keluarga, lebih banyak Sabtu dan Minggu,” ujarnya.

Sementara wali murid di SD Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara yang enggan disebutkan namanya mengaku, tidak menyetujui hal tersebut. Karena waktunya jadi sempit untuk belajar hal lain.

Baca juga  Konvoi Berlagak Gangster Bawa Senjata Tajam Resahkan Purwokerto, 16 Remaja Cilacap Diangkut Polresta Banyumas

“Anak saya kelas lima SD, pulangnya sekitar jam 1 siang. Biasanya kalau pulang 12 siang itu bisa makan siang, terus siap-siap buat ikut les, sorenya olahraga. Kalau seperti ini kan jadi ngerubah jadwal dan lebih capek anaknya,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini