
SERAYUNEWS – Media sosial, khususnya TikTok, kembali melahirkan tren unik yang mengundang tawa. Cek link tren 1+1=2 yang viral.
Kali ini, publik dibuat penasaran dengan tren sound “1+1=2” yang mendadak viral dan ramai digunakan sebagai backsound berbagai konten kocak.
Meski terdengar sederhana dan bahkan seperti pelajaran dasar, tren ini justru meledak dan menjadi bahan perbincangan hangat warganet.
Tak hanya kreator biasa, sejumlah artis Tanah Air pun ikut meramaikan tren ini dengan versi mereka masing-masing.
Namun, di balik kelucuannya, banyak pengguna TikTok yang bertanya-tanya: apa sebenarnya arti tren 1+1=2 ini dan dari mana asalnya?
Penggunaan sound di TikTok memang kerap melahirkan tren baru yang tak terduga.
Teranyar, suara berisi rangkaian pertanyaan sederhana seputar matematika, geografi, hingga pengetahuan umum viral secara mendadak.
Yang membuatnya lucu, suara tersebut dibawakan dengan nada serius, tetapi diselipi kalimat yang terkesan emosional dan spontan.
Berikut kutipan sound yang banyak digunakan kreator, kutipan langsung tidak diubah:
“1+1 sama dengan 2, 11×11=121, 12×12=144, 8×8, 6×4, yang waras yaa. Ibu kota Indonesia adalah? Jakarta. Bener kan, saya tambahin lagi, ibu kota Jawa Barat Bandung kan? Gubernurnya? KDM, bapak aing.”
Alih-alih menjawab semua dengan tenang, banyak kreator justru melakukan dubbing sambil berpura-pura kebingungan, salah fokus, atau menampilkan ekspresi kosong.
Di sinilah letak humor tren ini—jawaban yang seharusnya mudah justru dibuat seolah membingungkan.
Meski terdengar sederhana, tren ini justru mendapat perhatian luas, termasuk dari kalangan artis dan selebgram.
Beberapa nama publik figur yang ikut meramaikan tren sound 1+1=2 antara lain Wika Salim, Tissa Biani, Angela Gilsha, Sitha Marino, hingga Marion Jola.
Masing-masing menampilkan gaya khas mereka, mulai dari ekspresi datar, pura-pura stres, hingga reaksi berlebihan yang justru membuat konten semakin menghibur.
Kehadiran para artis ini turut mendorong popularitas tren, membuatnya semakin sering muncul di halaman For You Page (FYP).
Tak kalah seru, para kreator konten juga memanfaatkan sound ini untuk video bertema “kebingungan akademik”.
Salah satunya Daniel Alvin dan Hansen, yang membuat konten seolah tidak sanggup mencerna penjelasan pelajaran sederhana, sehingga memancing tawa penonton.
Di balik kesan kocaknya, sound ini ternyata memiliki latar belakang yang cukup serius.
Sejatinya, suara tersebut berasal dari potongan wawancara Roby Tremonti dengan salah satu media.
Dalam wawancara tersebut, Roby meminta Aurelie Moeremans untuk bersikap “waras”.
Potongan ini muncul dalam konteks polemik terkait buku Broken Strings.
Buku tersebut mengisahkan pengalaman kelam Aurelie saat menjadi korban child grooming pada usia 15 tahun.
Dalam pengakuannya, ia mengklaim sempat dipaksa menikah oleh sosok yang disebut dengan nama samaran Bobby.
Namun, alih-alih dipahami secara utuh, potongan wawancara itu justru dipisahkan dari konteks aslinya.
Kalimat yang terdengar emosional kemudian dipadukan dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana, sehingga berubah menjadi sound lucu di TikTok.
Meski sempat menuai reaksi negatif saat pertama kali beredar, potongan tersebut kini lebih dikenal sebagai bagian dari tren hiburan.
Seiring viralnya sound ini, warganet pun ramai mencari link tren 1+1=2 untuk ikut membuat konten serupa.
Salah satu video yang menjadi rujukan dan banyak dibagikan berasal dari akun TikTok berikut:
Dari video tersebut, sound kemudian digunakan ulang ribuan kali oleh kreator lain, memicu gelombang konten parodi yang semakin meluas di linimasa TikTok.
Viralnya tren 1+1=2 kembali membuktikan bahwa TikTok bukan hanya soal tarian atau lipsync, tetapi juga ruang kreatif untuk memaknai ulang potongan peristiwa.
Sound sederhana bisa berubah menjadi tren besar ketika warganet menemukan sisi humor yang relevan dengan keseharian mereka.
Bagi Anda yang ingin ikut tren ini, kuncinya bukan pada jawaban yang benar, melainkan ekspresi dan kreativitas. Semakin “tidak nyambung”, justru semakin mengundang tawa.***