Jumat, 24 September 2021

Mahasiswa KKN-T IPB University Tingkatkan Imunitas Tubuh Masyarakat Dusun Bogemanjir melalui Pemberian Jamu Gratis

Mahasiswa KKN-T IPB University Kabupaten Cilacap yang terdiri dari 9 peserta mengiinisiasi pembuatan jamu

Ditengah krisis kesehatan akibat adanya pandemi Covid-19 yang belum juga usai, pengobatan tradisional menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh.

Mahasiswa KKN-T IPB University Kabupaten Cilacap yang terdiri dari 9 peserta mengiinisiasi pembuatan jamu sebagai upaya memelihara kesehatan tubuh semasa pandemi Covid-19. Jamu merupakan obat herbal tradisional yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan.

Tanaman yang dapat dikonsumsi dan dibuat menjadi jamu untuk immune booster antara lain adalah temulawak, kunyit, dan jahe. Penggunaan temulawak dalam pengobatan tradisional banyak digunakan dalam pengobatan gangguan pencernaan, sakit kuning, keputihan, meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan. Senyawa kimia aktif yang juga terkandung dalam jahe yang bersifat anti-inflamasi dan antioksidan adalah gingerol, beta-caroten, capsaicin, asam cafeic, dan curcumin. Kunyit dianggap sebagai bahan antibiotik yang terbaik, kunyit juga digunakan untuk memudahkan proses pencernaan dan memperbaiki perjalanan usus.

Dari ketiga bahan diatas diketahui mengandung senyawa kurkumin yang memiliki banyak sekali manfaat seperti antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus yang sangat cocok apabila digunakan untuk meningkatkan imunitas agar tetap sehat dikala pandemi seperti saat ini. Selain bahan utama tersebut dapat juga ditambahkan bahan lain untuk menambah rasa dan memberi aroma yang menggugah selera seperti kayu manis, serai, dan gula aren.

Lalu bagaimana cara membuat jamu menggunakan tanaman rimpang tersebut untuk meningkatkan imunitas tubuh? Tentunya sangat mudah sekali, karena bahan bahan yang di perlukan biasanya ada dalam bumbu dapur dan tidak memerlukan biaya yang mahal.

Pertama yang harus di siapkan adalah kunyit (250 gram), jahe merah (500 gram), temulawak (500 gram). Setelah semua tersedia pastikan semua bahan bersih di cuci di air mengalir untuk membersihkan kotoran yang menempel, setelah bersih tahap selanjutnya adalah mengupas kulitnya.

Setelah tahap pengupasan maka tahap selanjutnya adalah mengiris-iris bahan yang sudah di kupas menjadi potongan dadu. Proses ini di maksud kan untuk mempercepat proses penghalusan. Setelah di potong dadu kurang lebih 2 cm maka di haluskan menggunakan blender kurang lebih 5 menit. Dalam proses ini ditambah sedikit air untuk mempercepat proses penghalusan.

Setelah semua bahan halus, siapkan air mendidih (2 liter) bisa kurang bisa lebih sesuai kebutuhan. Setelah air mendidih, masukan bahan yang sudah di haluskan secara bertahap. Aduk hingga semua bahan tercampur di air mendidih. Untuk mempercepat proses pembuatan jamu maka tutup dan tunggu (15-20 menit), untuk hasil yang di inginkan lebih segar dan nikmat campurkan 500 gram gula aren yang sudah di haluskan atau di iris tipis tipis. Aduk kembali dan tunggu sampai berubah kecoklatan. Apabila air sudah menyusut dan koreksi rasa sudah pas matikan api dan diamkan hingga dingin. Setelah itu jamu siap di kemas dalam botol.

Pemberian jamu herbal tradisional kepada Masyarakat Dusun Bogemanjir dibantu oleh Ibu Suparmi, Sekretasis PKK Dusun Bogemanjir. Respon yang diberikan oleh masyarakat sangat baik, seperti yang dikatakan Pak Sudarto, Ketua RW Dusun Bogemanjir yang mengatakan bahwa jamu yang diberikan oleh Mahasiswa KKN-T IPB University terasa enak di badan (23/07/2021).

Penulis : Iliana Patricia Vega

Editor :Tim Redaksi

Berita Terkait

Berita Terkini