Kamis, 7 Juli 2022

Masa Jabatan Akan Berakhir, Bupati Tatto Pimpin Apel Lebaran untuk Terakhir Kalinya

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. (Ulul)

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji pimpin apel bersama hari raya Idulfitri 1443 di Cilacap yang terakhir kalinya. Sebab, masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Cilacap akan berakhir pada November 2022 mendatang.


Cilacap, serayunews.com

Hal itu disampaikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji saat menggelar apel bersama usai libur panjang Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah di halaman Pendapa Wijayakusuma Cilacap, Senin (9/5/2022).

Bupati menyampaikan, bahwa di sisa waktu masa jabatannya, apel bersama dan halalbihalal mengawali kerja para pegawainya merupakan apel yang terakhir kalinya sebelum habis masa jabatannya.

Baca juga  Ngeri, Kebakaran Kantor di Maos Cilacap Hanguskan Satu Mobil

Menurut Tatto, ia sudah tidak lagi menjabat sebagai Bupati Cilacap pada lebaran tahun 2023 yang akan datang, karena masa jabatannya akan berakhir pada November 2022 ini, setelah ia menjabat dan mengabdi selama 15 tahun lamanya.

“Ramadan dan Idulfitri 2022 adalah yang terakhir bagi saya, setelah saya menjabat 15 tahun menjadi Wakil Bupati, Plt Bupati, dan Bupati,” ujar Tatto usai apel bersama di halaman Pendapa Wijayakusuma.

Kendati demikian, ia meminta kepada generasi penerusnya agar tetap melanjutkan kebijakan bangga mbangun desa yang sudah berjalan selama ini. Untuk mempersiapkannya, ia pun sudah mendidik para generasi penerus pembangunan di Cilacap.

Baca juga  Kos Esek-esek di Banjarnegara dan Banjir Trending di Serayunews.com

“Ke depan saya sudah mempersiapkan anak biologis keturunan saya yang dididik sampai hari ini, kedua anak ideologis yaitu anak-anak yang telah dipersiapkan untuk menjadi pelayan ke depan dididik, disekolahkan dikasih jabatan dan wewenang untuk bekerja meneruskan cita-cita kebijakan bangga mbangun desa,” kata Bupati.

Selain itu, menurut Bupati, kinerja anak yang disiapkan ini dinilai bisa bekerja dengan baik menjadikan Cilacap lebih sejahtera secara merata.

“Tapi sebaliknya kalau bekerjanya jelek berarti saya gagal dalam melahirkan anak ideologis,” ujar Bupati.

Berita Terkait

Berita Terkini