Minggu, 28 November 2021

Masa Pandemi, Ada 1.900 Orang dengan Gangguan Jiwa di Kabupaten Purbalingga

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes), Orang Dengan Gangguan Jika (ODGJ) di Purbalingga hampir 2000 orang. Jumlah tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Namun, untuk penanganan masih terbatas. Dalam satu tahun anggaran untuk penanganan sejumlah Rp 9 juta.


Purbalingga, serayunews.com

Di Kabupaten tercatat ada sekitar 1900 orang. Jumlah paling banyak ada di Kecamatan Kejobong, yakni mencapai 199 orang. Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinkes Purbalingga, saat acara Rakor Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), di Gedung Graha Adiguna kompleks Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Kamis (18/11/2021).

“Terbanyak dari Kejobong. Kami minta agar tim yang sudah mendapat SK bekerja dengan optimal. Amati sekitar kalau ada yang menunjukan ke arah ODGJ maka segera laporkan,” kata Hanung.

Hanung menjelaskan, terkait penanganan ODGJ, Dinkes memiliki anggaran Rp 9 juta untuk satu tahun. Meski dinilai cukup minim, namun pihaknya tetap berupaya untuk mengurai persoalan yang ada. Dinkes tengah berupaya menyusun rencana strategis, pada RSUD Goetheng Taroenadibrata serta 22 Puskesmas yang ada di Kabupaten Purbalingga.

“Di RSUD Goetheng Taroenadibrata sudah ada dokter spesialisnya. Ke depan semoga akan terwujud untuk rawat inapnya dan sedang kami siapkan rencana pengadaan perawat yang khusus menangani ODGJ termasuk di Puskesmas,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan dalam penanganannya, perlu sinergitas bersama. ODGJ harus mendapatkan penanganan agar pulih kembali salah satunya dengan dukungan keluarga terdekat. Penanganan medis memiliki waktu terbatas di RSJ (Rumah Sakit Jiwa) yaitu maksimal hanya tiga puluh lima hari. Selebihnya harus mendapatkan dukungan keluarga agar ODGJ bisa merasa tidak sendirian untuk menjalani ujian.

“Kepada peserta Rakor yang terdiri dari berbagai unsur, Hanung meminta agar mereka bisa peduli terhadap lingkungan sekitar dan mengamati tanda-tanda awal ODGJ. ODGJ harus mendapatkan dukungan dari keluarga agar mereka pulih seperti sedia kala. Hal itu karena pengobatan medis RSJ maksimal hanya tiga puluh lima hari sehingga untuk pemulihan jelas membutuhkan dukungan keluarga,” katanya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno yang hadir mewakili Bupati menyampaikan keprihatinannya terhadap peningkatan ODGJ di Purbalingga di masa pandemi ini. Namun demikian, dirinya optimis ketika pemulihan ekonomi sudah berjalan baik maka permasalahan lainnya akan tertangani juga termasuk kesehatan jiwa.

“Kami merasa prihatin atas peningkatan ODGJ di Purbalingga. Tapi kami optimis kalau permasalahan ekonomi sudah mulai pulih, permasalahan akan terurai termasuk kesehatan dalam hal ini kesehatan jiwa,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini