Senin, 21 Juni 2021

Masih Ingat Aksi Perampokan di Kutasari Purbalingga? Begini Cara Polisi Membekuk Para Pelaku

perampokan karangklesem kutasar purbalingga, perampokan, serayunews, serayu news, berita terkini, berita hari ini
Kasat Reskrim Polres Purbalingga Iptu Gurbacov (Amin Wahyudi)

Polisi berhasil menangkap sebagian pelaku perampokan di Desa Karangklesem, Kecamatan Kutasari. Sementara sisanya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Sebagain besar pelaku bukan warga Kabupaten Purbalingga.


Purbalingga, serayunews.com

Kapolres Purbalingga AKBP Fannky Ani Sugiharto melalui Kasat Reskrim Iptu Gurbacov, membenarkan hal tersebut. Dua pekan setelah peristiwa, polisi berhasil mengendus keberadaan pelaku. Setelah dilakukan pengejaran, akhirnya beberapa pelaku berhasil diamankan.

“Iya benar,” kata Kapolres, Kamis (10/06/2021) siang.

Hasil penyelidikan, pelaku perampokan lebih dari lima orang. Saat ini, baru ada empat orang pelaku yang sudah diamankan. Pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Pihak kepolisian berupaya untuk segera menangkap pelaku lainnya.

“Iya, empat orang (yang sudah diamankan, red),” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat pelaku yang diamankan masing-masing, Masruri Bachtiar warga Bantul, Andri Wiranata warga Boyolali, Arif Wibowo warga Surakarta, Isro Waluyo warga Dawuhan Padamara, Purbalingga.

Baca juga Pelaku Perampokan Purbalingga, Gemetaran dan Sempat Perintahkan Korban Untuk Baca Doa. Polisi Ungkap Kejanggalannya!!

Pelaku lain yang masih dalam pengejaran yakni TR warga Sleman, SB warga Jawa Barat, dan YN warga Banten.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah di RT 1 RW 1 Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari disatroni perampok, Selasa (25/05/2021). Pelaku masuk rumah dengan merusak jendela bagian depan. Selain menggondol uang tunai, pelaku juga berhasil membawa perhiasan seberat lebih dari 1 ons.

Muliah Aryani (59), anak pertama korban mengatakan bahwa pelaku berjumlah tiga orang. Mereka yang menggenakan penutup wajah masuk dengan mencongkel jendela rumah bagian depan. Kemudian langsung menyisir setiap ruang. Saat itu ibunya sedang berada di dapur, dan ayahnya yang juga sudah bangun tapi masih berada di kamar.

“Katanya sekitar jam setengah tiga, saat itu ibu sudah bangun, lagi aktivitas di dapur, ayah sudah sempat bangun juga, melihat HP, tapi pas mau keluar kamar tidak bisa buka pintu, dari luar sudah ada yang njagain,” kata Muliah, Selasa (25/05/2021).

Muliah menambahkan, ibu yang di dapur disekap. Diikat tangan dan kakinya, dan disolasi mulutnya. Namun, diprediksi sebelumnya telah mengalami penganiayaan. Sebab, pada bagian jidat berdarah, dan pipi lebam. Sedangkan ayahnya, hanya diikat kaki dan tangan dengan menggunakan tali.

“Ibu ada luka berdarah di jidat dan lebam di pipi, ayah cuma diikat,” ujarnya.

Baca juga Zona Merah Covid-19, Delapan Kabupaten Diawasi Ketat oleh Pemprov Jateng

Editor :M Amron

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini