Selasa, 7 Februari 2023

Mengenal Parenting Anak dan Perkembangan Karakter

Peran orangtua dalam tumbuh kembang anak sangatlah penting. Hal ini berkaitan dengan perkembangan dan pengembangan karakter anak yang dimulai sejak lahir hingga tumbuh dewasa. Semua orangtua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang mandiri dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Parenting anak menjadi satu pola asuh orangtua dalam menanamkan moral dan etika serta karakter anak di masa mendatang. Untuk itu, kebiasaan baik harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga. Termasuk di dalamnya bagaimana peran orangtua dalam memberikan perlindungan, perawatan dan melihat secara langsung tumbuh kembang anak hingga dewasa.

Disadari atau tidak, saat ini banyak terdapat pola pendidikan anak yang ‘dititipkan’. Sehingga orangtua tidak bisa secara langsung melakukan pengawasan dalam pendidikan anak. Padahal, usia dini merupakan momentum pembuatan fondasi dalam membangun karakter anak.

Maka dari itu, meski anak mengikuti pembelajaran di sekolah maupun lembaga pendidikan lain, pengasuhan orangtua memiliki peranan yang sangat penting. Termasuk dalam mengenali dan menggali potensi anak sejak bayi hingga tumbuh dewasa. Hal itu tak lepas karena keinginan orangtua yang sangat besar agar anaknya kelak menjadi orang yang memiliki rasa tanggungjawab, peduli, serta memiliki perilaku yang baik.

Parenting ini sendiri merupakan pola asuh yang dilakukan orangtua terhadap perkembangan anak. Dalam tumbuh kembang anak, hendaknya orangtua menyiapkan waktu yang cukup dan melatih kemandirian secara perlahan, memberikan aturan yang jelas dengan konsekuensi yang masuk akal.

  1. Menjadi Contoh yang Baik bagi Anak

Anak merupakan usia yang sangat fasih dalam menirukan apa yang dia lihat dan dia dengar. Untuk itu seorang anak cenderung akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Sudah barang tentu momentum ini hendaknya dimanfaatkan oleh orangtua dalam pola asuh, sehingga keluarga bisa menjadi panutan yang baik bagi anak.

Orangtua juga harus memberikan contoh yang positif pada anak. Sehingga hal ini akan tertanam dan menumbuhkan karakter positif pada anak, mulai dari perkataan jujur, bersikap baik dan menghargai orang lain, membantu tanpa mengharapkan imbalan, dan lainnya. Mengajarkan pola hidup bersih dan sehat juga hendaknya bisa dilakukan sejak mereka masih usia dini, mulai dari hal yang sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menggosok gigi sebelum tidur, hingga mengonsumsi sayuran dan buah setiap hari. Sehingga ini akan menjadi kebiasaan hingga dewasa.

  1. Jangan Terlalu Memanjakan Anak

Disadari atau tidak, memanjakan anak dengan menuruti semua keinginan anak dilakukan oleh hampir semua orangtua. Namun jika hal ini dilakukan secara berlebih, maka akan berdampak buruk bagi perkembangan anak di masa mendatang. Kebiasaan ini hendaknya dihentikan dengan membuat komitmen bersama anak, seperti memberikan kesempatan mereka untuk bermain, memberikan batas waktu dalam bermain game, mengajak anak untuk berolah raga dan mengonsumsi makanan sehat, hingga adanya pembagian waktu untuk belajar dan bermain.

Kedisiplinan merupakan satu cara dan bentuk cinta kasih orangtua pada anak. Kebersamaan anak dan orang tua juga bisa membentuk serta menanamkan karakter yang baik pada anak.

  1. Berilah Tugas Secara Bertahap

Orangtua kendaknya memahami karakter anak dengan tidak memberikan beban atau tugas yang terlalu berat, sebab anak tidak mampu menerima sejumlah permasalahan sekaligus, tetapi tugas ringan bisa diberikan secara bertahap pada anak untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan anak.

Hal ini bisa dimulai dengan memberikan tugas anak untuk merapihkan tempat tidurnya sendiri, membereskan mainan sendiri setelah digunakan. Pola ini memiliki pengarus yang besar terhadap kejiwaan dan karakter anak, sebab pada dasarnya anak usia dini masih mudah diarahkan. Yang terpenting, pilih waktu yang tepat untuk memberikan nasihat dan arahan pada anak.

  1. Berikan Tugas Sesuai dengan Usia Anak

 Usia anak memiliki fase yang berbeda. Untuk itu orangtua juga harus memahami tingkatan tersebut, sehingga tugas yang diberikan oleh orangtua terhadap anak bisa membentuk karaker dan tidak sebaliknya.

Sebagai contoh, saat anak masih belum bisa berjalan, tentu kita mengajak dan memberikan semangat pada anak saat berlatih duduk, merangkak, hingga berdiri. Seorang anak membutuhkan motivator dalam menjalankan tugas barunya, sheingga akan mendapatkan dukungan dan berani untuk mencoba lagi.

  1. Ajari Anak Mengontrol Emosi Diri

Tingkat emosi anak usia dini masih tergolong sangat labil, mereka juga butuh asupan akan pola pengendalian diri yang baik sesuai dengan usianya. Untuk itu, orangtua harus tahu bagaimana cara anak menjaga dan mengendalikan dirinya sendiri, termasuk rasa percaya diri dan kasih sayang dalam dirinya, dan ini membutuhkan usaha keras dan kesabaran dari orang tua.

Dengan pendekatan, kesabaran, dan cinta kasih sayang orangtua, suatu waktu anak akan mengerti cara mengendalikan dirinya dan melakukan tindakan yang baik dan dapat diterima.

Sebenarnya, banyak metode dalam parenting anak, tentunya ini semua merupakan satu tantangan orangtua dalam mendidik anak. Terlebih ketika orang tua harus memahami proses tumbuh kembang anak. Pola kebiasaan adalah salah satu kunci memperhatikan tumbuh kembang di lingkungan agar memastikan secara optimal.

Penulis: Adel Maulina Zulfa, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Berita Terpopuler

Berita Terkini