Rabu, 20 Oktober 2021

Menilik Budidaya Kepiting Cangkang Lunak yang memiliki Nilai Ekonomi Tinggi di Kutawaru Cilacap

Kepiting Cangkang Lunak hasil Budidaya Kelompok Budidaya Ikan Mamaku di Kampung Kepiting Kelurahan Kutawaru Cilacap. (Ulul)

Di Kabupaten Cilacap terdapat sebuah tempat bernama Kampung Kepiting. Di kampung ini, beragam jenis kepiting dibudidayakan, salah satunya kepiting cangkang lunak. Jenis kepiting ini banyak diincar pengunjung. Sebab, selain rasanya enak, cangkangnya pun bisa dimakan karena teksturnya yang lunak.


Cilacap Tengah, serayunews.com

Kampung Kepiting terletak di Jalan Nusa Sejati RT 03 RW 04 Dusun Lemah Lutik Kelurahan Kutawaru Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten Cilacap. Untuk menuju kesana pengunjung bisa menggunakan jalur air, yang akan dimanjakan dengan  pesona keindahan mengrove segara anakan dan indahnya cahaya emas gemerlap dari Kilang Pertamina Cilacap. Sebab lokasi Kampung Kepiting ini berada di seberang kota Cilacap.

Akses kesana pun cukup mudah, yakni bisa menyeberang dengan transportasi perahu dari Dermaga Sleko dan berlayar ke Dermaga Kutawaru dengan jarak tempuh sekitar 15- 20 menit. Sesampainya di Dermaga Kutawaru, jika waktu sudah menjelang malam, pengunjung bakal disajikan dengan panorama indah gemerlap keemasan lampu dari Kilang Pertamina Cilacap, cocok sebagai tempat selfie dan betah berlama-lama disana.

Untuk menuju Kampung Kepiting, Pengunjung bisa memilih paket ekowisata yang dikelola oleh Pokdar setempat, atau bisa langsung ke Kampung kepiting yang berjarak sekitar 2 kilo meter dari Dermaga Kutawaru tersebut. Akses kesana juga cukup mudah, pengunjung bisa menaiki kereta wisata dan menikmati panorama pemandangan alam Pedesaan Kutawaru.

Dengan menempuh perjalanan pedesaan sekitara 10-15 menit, pengunjung tiba di Kampung Kepiting. Disana terdapat sejumlah kolam yang kelilingi dengan pohon mangrove, serta terdapat saung-saung gazebo dan sejumlah tempat selfie. Disana pengunjung bisa belajar budidaya kepiting cangkang lunak serta menikmati hasil olahan makanannya.

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Masyarakat Mandiri Kutawaru (Pokdakan Mamaku) Lasno mengatakan, kelompoknya beranggotakan sebanyak 15 orang yang rata-rata merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pihaknya bersyukur bisa membudidayakan kepiting cangkang lunak sebagai program unggulan yang didampingi oleh Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Lasno, kelompok yang berdiri sejak tahun 2019 lalu, kini sudah mulai berkembang dan mandiri dengan berbagai program yang dijalankan kelompoknya, salah satunya melalui budidaya kepiting cangkang lunak ini.

“Keunggulan budidaya kepiting lunak sangat sangat istimewa, karena sangat langka bisa dibudidaya tidak di sembarang tempat, dengan kepiting cangkang lunak menarik wisatawan. Keunggulan itu menjadi kebanggan bagi kelompok yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian khususnya dari kelompok dan masyarakat sekitar,” ujarnya, Senin (11/10).

Proses Budidaya Kepiting Cangkang Lunak. (Ulul)

Tidak hanya kepiting cangkang lunak, kelompok ini juga membudidayakan kepiting cangkang keras, ikan kerapu dan ikan kakap. Menurutnya, program budidaya sudah diklasifikasikan tahapannya. Semisal, program panen harian melalui kepiting cangkang lunak, bulanan untuk kepiting cangkang keras dan tahunan dari budidaya ikan.

Lasno mengatakan, budidaya kepiting cangkang lunak memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan bisa di jadikan berbagai bahan olahan makanan. Untuk harga kepiting cangkang lunak mentah dijual Rp 150 ribu/Kg. Namun untuk angka kematian dinilai cukup rawan sehingga budidayanya musti berhati-hati.

Dalam budidaya kepiting cangkang lunak, tahap pertama memangkas kaki kepiting, setelah itu dimasukkan ke dalam wadah boks berlubang. Satu boks berisi satu kepiting, kemudian boks ditenggelamkan sebagian ke dalam air dan diberi makan setiap hari. Proses kepiting menjadi lunak membutuhkan waktu antara 15-30 hari.

“Kepiting keras panen 2-3 bulan, untuk kepiting cangkang lunak bisa panen setiap hari. Artinya  jika sudah ada yang mounting atau lunak bisa kita ambil,” ujarnya.

Salah satu pengunjung asal Purwokerto, Dewi Kusuma mengatakan, kepiting cangkang lunak ranya berbeda dengan kepiting lainnya. Sebab, selain teksturnya lembut dan lunak, seluruh bagian tubuhnya bisa dimakan mulai dari kaki hingga cangkangnya.

“Pemandangannya juga indah bisa selfie dibalik gemerlap emas Kilang Pertamina, sajian makanan cukup lezat apalagi khas kampung kepitingnya dengan kepiting cangkang lunak, pokoknya puas banget jalan-jalan ke Kutawaru,” ujarnya.

Sementar itu, Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Cilacap, Ibnu Adiwena  mengatakan, didirikannya Kampung Kepiting dengan tujuan sebagai pemberdayaan masyarakat. Sebab banyak diantara anggota kelompok pengelola merupakan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kembali dan membangun desanya.

“Kami fasilitasi berbagai macam pemberdayaan masyarakat misalnya, bagaimana pembangunan lingkungan area wisatanya, ada pembibitan kepiting sampai pelatihan memasak kepiting yang diharapkan bisa dikembangkan sendiri untuk komersialisasi ke depan,” ujarnya.

Pesona malam Kutawaru berlatar Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap. (Ulul)

Selain itu menurutnya, tujuan lain adalah menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Sehingga diharapkan program berjalan dengan baik, meskipun masih ditemukan sejumlah kendala dalam mensuplay kepiting lunak ini.

“Baik dari awal hingga jangka waktu tertentu nanti kami akan exit juga dari sini, kami harapkan setelah kami bisa sustain (bertahan) untuk mendapatakan penghidupan yang layak dan lebih baik,” ujarnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini