Selasa, 24 Mei 2022

Menunggu Indonesia Gagalkan “Bulu Tangkis Pulang Kampung”

Anthony Sinisuka Ginting. foto: NOC Indonesia

Dulu di tahun 1996 Inggris menggemakan “football is coming home” alias sepak bola pulang kampung. Kini, India sepertinya sedang mengusahakan “bulu tangkis pulang kampung”.

Bangkok, serayunews.com

Tahun 1996, Inggris jadi tuan rumah Euro, ajang sepak bola antarnegara terakbar di benua biru. Pada 30 tahun sebelumnya, Inggris jadi tuan rumah piala dunia dan berhasil jadi juara.

Momen 1966 ingin diulangi Inggris. Slogan yang digemakan pada 1996 adalah “sepak bola pulang kampung”, kenapa? Ya karena sepak bola konon berasal dari Inggris.

Jadi ketika ajang sepak bola terakbar se Eropa dilaksanakan di Inggris, cocok disebut sepak bola pulang kampung. Namun, sejatinya bukan hanya soal tuan rumah. Inggris ingin jadi juara Euro 1996 untuk menahbiskan sebagai tanah sepak bola.

Baca juga  Permalukan Tim BSY 7-1, The Dedis Juara Entre Ramadan Futsal 2022

Tapi di tahun 1996 itu, Inggris gagal juara. Mereka kalah dari Jerman lewat adu penalti. Seorang penendang yang gagal di adu penalti dari Inggris adalah Gareth Southgate.

Southgate pada 2021 lalu adalah juru taktik Inggris di Euro 2020 yang dilaksanakan tahun 2021. Inggris lolos ke final melawan Italia. Gema sepak bola pulang kampung kemvali mencuat, agar trofi Euro dibawa ke tanah lahir sepak bola, yakni Inggris. Tapi Inggris gagal maning.

Lalu, apa hubungannya dengan India? Ya hampir mirip. India dulu dijajah Inggris. Jika Inggris dikatakan sebagai tempat lahir sepak bola, maka India adalah tempat lahir bulu tangkis.

India, seperti sejaun ini hanya dicatat sejarah sebagai tempat lahir bulu tangkis. Tapi, prestasi negara itu tak terlihat, khususnya di ajang Thomas Cup. Di ajang bulu tangkis beregu putra itu, India tak pernah juara. Bahkan tak pernah masuk final. Hal yang sama berlaku pada Uber Cup.

Baca juga  Sepi Kejuaraan Selama Pandemi, Tahun Ini Purwokerto Jadi Tuan Rumah Sirkuit Nasional Bulu Tangkis dan Motoprix

Tapi tahun ini, India memiliki kesempatan besar untuk menggemakan “bulu tangkis pulang kampung” melalui ajang Thomas Cup. Sebab, secara mengejutkan India lolos ke final. Padahal, di babak grup mereka hanya jadi runner up.

India lolos ke final setelah mengalahkan Malaysia di perempatfinal dan secara mengejutkan menumbahkan Denmark di semifinal. India mengalahkan Denmark 3-2.

Bagi India, lolos ke final Thomas Cup adalah sejarah. Ini untuk kali pertama India lolos ke final Thomas Cup. Maka, jika mereka juara, akan jadi capaian luar biasa.

Tapi tunggu dulu bicara India juara. Sebab, di final India akan melawan Indonesia. Laga Indonesia vs India akan dilaksanakan Minggu (15/5/2022) mulai pukul 13.00 WIB. Pertandingan rencananya akan disiarkan langsung MNCTV. Saat ini, waktu yang baik untuk Indonesia mempertahankan gelar.

Baca juga  Jagoan di Tim Uber, Ini Cerita tentang Aisyah Sativa Fatetani Pebulutangkis Belia asal Banyumas 

Pertama, karena lawannya adalah tim yang belum berpengalaman main di final Thomas Cup. Sementara pemain Indonesia sudah berpengalaman main di final pada tahun lalu.

Kedua, Ginting sedang bagus-bagusnya. Dia bisa jadi pembuka kemenangan Indonesia di final. Tapi, jangan sampai lengah. Jika lengah, Indonesia bisa diterkam India.

Dari fase perempatfinal dan semifinal, penentu kemenangan India adalah dua tunggal dan satu ganda. Dua tunggal itu adalah Srikanth Kidambi dan Prannoy. Satu ganda adalah Rankireddy/Shetty.

Jika Indonesia bisa menumbangkan tiga nomor itu, maka Indonesia akan kembali mempertahankan gelar. Gagalkan slogan “bulu tangkis pulang kampung”.

Berita Terkait

Berita Terkini