Belajar Daring Menggunakan 4G LTE, Optimalkah?

 

Penulis Riska Arhmadia Nirmala
Universitas Jenderal Soedirman
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED/Manajemen

Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini tentunya memberikan dampak perubahan yang luar biasa untuk semua bidang, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun pendidikan. Kehidupan masyarakat pun berubah drastis yang awalnya aktivitas banyak dilakukan secara offline, kini berubah menjadi online.


Purwokerto, Serayunews.com

Salah satu aktivitas yang berubah adalah pembelajaran di sekolah maupun di tingkat universitas. Semua aktivitas pembelajaran kini berubah menjadi online, hal itu merupakan salah satu upaya pencegahan untuk mengurangi dampak dari penularan virus Covid-19.

Untuk melakukan pembelajaran daring tentunya baik pengajar, siswa, maupun mahasiswa harus mempersiapkan jaringan yang kuat. Seringkali, saat melakukan pembelajaran beberapa pengajar, siswa, maupun mahasiswa mengeluh karena jaringan yang tidak stabil.

Saat ini, sebagian besar pengguna ponsel di Indonesia menggunakan 4G LTE yang mengklaim bahwa teknologi tersebut akan jauh lebih cepat aksesnya dari teknologi sebelumnya. Alasannya karena operator banyak yang cenderung memilih 4G LTE yang infrastrukturnya mudah dibangun dan sinyal yang cenderung kuat.

Lebih jelasnya, mari kita simak lebih lanjut mengenai 4G LTE, apakah layak digunakan untuk pembelajaran daring saat pandemi. 4G merupakan singkatan dari Fourth Generation Technology yang menawarkan akses data 10 kali lebih cepat dibandingkan 3G. Kemudian untuk LTE sendiri merupakan salah satu standar dari 4G yang banyak digunakan di dunia. Untuk itu 4G LTE banyak direkomendasikan oleh banyak orang untuk digunakan.

Perkembangan 4G LTE di Indonesia pertama kali diluncurkan oleh PT Internux dengan merk dagang Bolt Super 4G LTE pada 14 November 2013. 4G LTE memiliki banyak keunggulan yang tentunya akan cocok digunakan untuk pembelajaran daring. Keunggulan yang dimiliki 4G LTE yaitu koneksi data murni atau protokol internet end-to-end, yang memberikan kecepatan untuk penggunanya agar dapat terhubung satu sama lainnya dalam berkomunikasi, dengan video call maupun chatting yang lebih lancar.

Kemudian, kecepatan akses data downlink hingga 100 Mbps dan kecepatan akses uplink hingga 50 Mbps. Hal itu tergolong baik untuk dapat digunakan sebagai jaringan yang kuat dalam pembelajaran daring. Keunggulan lainnya, 4G LTE dapat mengakomodasi mobile broadband hingga kecepatan 450 km/jam yang artinya bila seseorang berada di dalam kendaraan cepat, maka seseorang tersebut masih bisa mengakses internet.

Dengan begitu, ketika seseorang yang harus melakukan pembelajaran daring, namun harus ada urusan mendadak dan harus melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan cepat maka seseorang itu masih dapat melakukan pembelajaran daring tanpa harus khawatir tidak ada sinyal. 4G LTE juga kompatibel dengan teknologi sebelumnya yaitu 2G dan 3G, sehingga dapat mudah berpindah ketika memasuki area yang belum mendukung 4G LTE.

Hal ini memudahkan pembelajaran daring, ketika siswa maupun mahasiswa yang awalnya menggunakan 4G LTE di tempat rantau kemudian di awal – awal pandemi pulang kampung yang mungkin belum mendukung 4G LTE masih tetap dapat menggunakan internet dengan teknologi dari 2G maupun 3G.

Meskipun banyak keunggulan yang dimiliki 4G LTE, kekurangan pun masih terdapat dari teknologi ini bagi penggunanya yaitu lebih boros kuota, hal ini cukup menguras uang saku untuk siswa maupun mahasiswa untuk membeli kuota.

Lalu kelemahan lainnya yaitu jaringan 4G LTE belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia hal ini dikarenakan biaya yang digunakan untuk menyediakan jaringan tersebut tergolong mahal sehingga belum dapat menyediakan hingga ke pelosok, dengan begitu maka untuk pembelajaran daring yang dilakukan di daerah pelosok – pelosok belum dapat menikmati sinyal 4G LTE yang memiliki akses kecepatan tinggi. Kelemahan berikutnya yaitu membutuhkan perangkat khusus yang sudah mendukung 4G LTE, namun di era saat ini perangkat ponsel sudah banyak yang mendukung jaringan 4G LTE.

Melihat dari kelebihan dan kelemahan yang dimiliki 4G LTE, maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya untuk akses pembelajaran menggunakan sistem daring, teknologi 4G LTE ini sangat optimal untuk digunakan, karena dengan kecepatan akses yang tinggi dan kelancaran untuk berkomunikasi antar pengguna yang jauh lebih baik itu yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran daring, sehingga siswa maupun mahasiswa mampu menerima ilmu yang diberikan pengajar dengan baik tanpa ada gangguan sinyal. Disamping itu, 4G LTE hingga saat ini juga masih terus berusaha mengurangi kelemahan, sehingga sedikit demi sedikit kelemahan akan bisa berkurang bahkan bisa hilang.

Berita Terkait

Ini Klepon Inovasi KKN Mahasiswa UMP

Purbalingga, Serayunews.com - Mahasiswa KKN Alternatif Purbalingga 13 FEB UMP yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan Alfato Yusnar Kharismansyah, S.E., M.Si mengadakan pelatihan membuat...

Perangi Covid 19, Mahasiswi UMP Ikut Operasi Masker di Kesugihan

CILACAP, Serayunews.com -  Di tengah kebijakan new normal ini, angka penularan positif Covid-19 terus meningkat. Tim KKN Alternatif Cilacap 7 Universitas Muhammadiyah Purwokerto bersama...

Perangi Covid 19, Mahasiswi UMP Ikut Operasi Masker di Kesugihan

CILACAP, Serayunews.com -  Di tengah kebijakan new normal ini, angka penularan positif Covid-19 terus meningkat. Tim KKN Alternatif Cilacap 7 Universitas Muhammadiyah Purwokerto bersama...

Mahasiswa KKN UMP Latih UMKM Kelola Manajeman

Ajibarang, Serayunews.com - Mahasiswa KKN Alternatif Banyumas 01 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto dibawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Restu Fida Utami, S.E.,...

Mahasiswa KKN FEB UMP Sulap Limbah Serabut Kelapa Jadi Pot Ramah Lingkungan

Serayunews.com, Cilacap – Bagi kebanyakan masyarakat, limbah serabut kepala dibuang begitu saja atau dibakar. Namun, mahasiswa ini menyulap limbah serabut kelapa menjadi pot bunga...

Berita Terkini

SBI Menyalurkan Bantuan Paska Banjir di Cilacap Barat

PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk melakukan aksi kemanusiaan terkait banjir di Cilacap. PT SBI pabrik bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten...

Dugaan Penyalahgunaan Bansos Panaskan Pilkada Purbalingga

Ketua Tim pemenangan Paslon Muhammad Zulham Fauzi-Zaini Makarim (Oji-Jeni), kembali lapor ke Bawaslu, Jumat (27/11/2020) siang. Dua hal yang dilaporkan, yakni adanya dugaan ketidaknetralan...

Baznas Banjarnegara Tak Hanya Urusi Derma, Tapi Juga Latih Kewirausahaan para Pemuda

Sejumlah 48 remaja usia produktif telah lulus mengikuti Pelatihan Kerja Usaha Ekonomi Produktif yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Banjarnegara, Jumat (27/11/2020). Sekretaris...

BI Menilai Sekalipun Pandemi, Ekonomi Purwokerto Relatif Baik

  Tahun 2020 Indonesia dan negara lain harus berjuang membangkitkan perekonomian dari dampak serangan wabah Corona Virus (Covid-19). Sebab, berbagai sektor yang terdampak wabah ini...

Alhamdulillah, RSUD Hj Anna Lasmana Banjarnegara Tambah 19 Bed untuk Pasien Cuci Darah

RSUD Hj Anna Lasmana Banjarnegara terus meningkatkan pelayanan terhadap pasien hemodialisa (HD) atau cuci darah. Salah satu bentuk peningkatan pelayanan adalah dengan menambah 19...

Maling Rakus, Embat Minyak Goreng, Besi, dan Kotak Sumbangan Milik Klenteng di Purbalingga

Sungguh rakus pencuri di Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga. Bagaimana tidak, mulai dari minyak goreng, besi, sampai kotak sumbangan dia embat. Alhasil, pihak Klenteng...

Royal Team, Jawara Esports asal Cilacap yang Profesional

Esports memang bukan hal baru di era digital. Namun, di Indonesia, esports baru saja mulai berkembang. Esport makin berkembang karena orang-orang diimbau berada di...

Terus Meningkat, Ada 2.129 Kasus Covid-19 di Cilacap

Angka Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Cilacap terus meningkat. Sampai Jumat (27/11/2020) jumlah kasus ada sebanyak 2.129 orang yang terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut...