Cegah Covid 19, Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Gelar Senam Pagi Bersama Warga

ibu-ibu warga Desa Penolih Kecamatan Kaligondang dengan antusias melakukan senam pagi guna cegah covid 19, Minggu (15/11/2020).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah (RDR) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tahun 2020 mengadakan senam bersama warga Desa Penolih Kecamatan Kaligondang setiap hari minggu pagi pukul 07.00 WIB di lapangan badminton RT 02 RW 03.


Purbalingga, Serayunews.com

Kegiatan itu dimaksudkan agar warga Desa Penolih lebih peduli terhadap kesehatan fisik di saat Pandemi Covid-19. Senam merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan menjaga kebugaran jasmani. Itu semua sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan terjadinya atau tertularnya virus penyakit.

Salamah, warga Desa Penolih sangat mengapresiasi kegiatan senam pagi setiap minggu ini. Dengan mencarikan dan mengundang Emi, Umi, dan Nur sebagai instruktur senam yang cukup ternama di Desa Penolih, untuk memimpin peserta dalam kegiatan senam pagi tersebut.

“Sebenarnya senam pagi setiap hari minggu, dulu sudah rutin dilaksanakan. Akan tetapi, pernah terjadi suatu kendala yang akhirnya menghentikan kegiatan senam pagi hingga masa Pandemi Covid-19”, ujarnya.

“Akan tetapi, kini saya senang setelah adanya peraturaran terkait dengan adaptasi kebiasaan baru dan desa Pebolih masuk kategori zona hijau sehingga kegiatan senam pagi dapat kembali berjalan. Selain itu, karen semangat warga beserta Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, kegiatan senam pagi dapat kembali digelar”, jelasnya.

Kegiatan senam pagi diikuti oleh ibu-ibu warga desa Penolih RT 02 RW 03 khusunya dan warga desa Penolih pada umumnya.

Umu Tri Mulyani, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang mengatakan, “Antusias warga Desa Penolih yang ikut dalam kegiatan ini sangat membuat hati saya bangga. Karena dari mereka terutama ibu-ibu masih cukup banyak yang peduli terhadap kesehatan. Walaupun harus meninggalkan pekerjaan rumah terlebih dahulu”.

“Ada juga ibu-ibu yang setiap kali berangkat ke lapangan sambil membawa bubur dan ketoprak untuk dijual. Jadi, selesai senam ibu-ibu dapat membelinya untuk bahan sarapan”, lanjutnya.

“Semoga kegiatan ini dapat terus berjalan dan diikuti pula oleh bapak-bapak maupun anak-anak”, harapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini