Digitalisasi Pendidikan Di tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau yang dikenal dengan nama virus Corona tengah melanda seluruh penjuru dunia tak terkecuali Indonesia. Penyebaran virus ini begitu masif dan relatif cepat. WHO menyatakan bahwa Virus Covid-19 menular melalui droplets atau percikan yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Sehingga semua kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa harus dihentikan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Masyarakat dianjurkan untuk melakukan social distancing dan physical distancing, menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Hingga Rabu (15/04/2020) virus corona telah menghantui 213 Negara dengan total kasus mencapai 1.878.489 yang dinyatakan positif dengan angka kematian mencapai 119.044. Sementara di Indonesia sudah mencapai 5.136 positif, 446 dinyatakan sembuh dan 469 meninggal dunia. Dari data tersebut menunjukan bahwa badai corona hinga saat ini belum surut dan terus melampau tinggi setiap harinya.

Rumitnya penanganan wabah ini membuat pemerintahan setiap Negara menerapkan kebijakan super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini semakin meluas. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

Pembatasan Sosial Berskala Besar tentu dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dalam berbagai bidang. Risiko ini harus diambil untuk menyelamatkan masyarakat dari virus corona. Melakukan social distancing dan physical distancing merupakan cara paling efektif untuk mengurangi risiko penularan virus corona. Kebijakan pemerintah ini tentu berimplikasi terhadap perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat. Perubahan tersebut mencakup ekonomi, sosial, budaya dan politik serta pendidikan.

Pada sektor pendidikan, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menyatakan bahwa Virus Corona berdampak pada dunia pendidikan. Hampir semua negara memberlakukan kebijakan untuk meliburkan sekolah dan mengganti dengan belajar dari rumah. Hal ini tentu merubah sistem pendidikan yang ada. Akibatnya kegiatan belajar mengajarpun menjadi terganggu, dan siswa terancam kehilangan hak-hak belajarnya.

Keputusan pemerintah Indonesia untuk meliburkan sekolah dan mengganti proses pembelajaran melalui sistem daring membuat kelimpungan banyak pihak. Pemindahan ruang kelas kedalam dunia virtual mengakibatkan terjadinya digitalisasi pendidikan. Kini tidak ada lagi sekat pemisah dan ruang kelas untuk belajar, semuanya beralih menggunakan tekhnologi tanpa harus bertemu.

Peralihan cara belajar ini memaksa seluruh pihak untuk memanfaatkan platform pembelajaran yang sudah ada sebagai media pembelajaran supaya proses belajar mengajar tetap bisa dilakukan. Kolaborasi dan gotong royong menjadi kunci dalam menghadapi situasi seperti saat ini. Kolaborasi dalam bidang pendidikan sangat penting dilakukan untuk memastikan pendidikan tetap dilaksanakan dengan baik.

Momentum Digitalisasi Pendidikan

Dalam pelaksanaanya, proses belajar mengajar melalui daring ini masih mengalami permasalahan dan kekacauan. Semua dibuat kaget dan terengah-engah, sebab cara-cara baru dan pola-pola baru ini sangat berbeda dengan cara konvensional yang biasa dilakukan. Perubahan tatanan sistem konvensional yang digantikan dengan sistem baru telah memaksa semua pihak untuk belajar.

Mereka dituntut dan dipaksa untuk mempelajari dunia baru yang disebut dengan Distruption Era. Disruption pada dasarnya merupakan sebuah perubahan. Suatu perubahan yang terjadi sebagai akibat hadirnya masa depan ke masa kini. Perubahan semacam itu membuat segala sesuatu yang semula berjalan normal tiba-tiba digoyahkan akibat hadirnya sesuatu yang baru.

Distruption Era atau biasa disebut dengan istilah era baru ini sebenarnya sudah ada jauh-jauh hari sebelum Corona menyerang dan memaksa kita untuk mempelajari cara-cara baru ini. Hadirnya era baru ini memang tidak terlihat dan tidak terlalu kita sadari, padahal ada disekeliling kita.

Era baru ini ditandai dengan hadirnya tekhnologi yang semakin canggih dan inovasi baru yang membuat pekerjaan menjadi semakin mudah, cepat, murah dan lebih terjangkau. Berbagai platform pendidikan dapat dimanfaatkan ditengah situasi yang tidak menentu akibat wabah corona ini untuk mempermudah proses belajar mengajar dari rumah.

Digitalisasi pendidikan tentu sangat membantu civitas akademika ditengah situasi yang tidak menentu seperti saat ini. Pembelajaran melalui sistem daring menjadi solusi yang tepat untuk memastikan proses belajar mengajar tetap dapat dilakukan dari rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga meluncurkan program “Belajar dari Rumah” yang ditayangkan oleh TVRI sebagai alternatif belajar di tengah pandemi Covid-19.

Pandemi virus corona menjadi momentum transformasi digital dunia pendidikan. Tidak dapat kita pungkiri, dengan adanya wabah corona ini menjadi salah satu pendorong bagi pendidikan di Indonesia untuk menerapkan sistem baru ini. Peserta didik dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dan memanfaatkan digitalisasi sekolah dengan menarapkan internet of things.

Sehingga harapanya peserta didik dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi melalui penugasan dan pembelajaran melalui cara baru ini. Hal ini tentu akan mengakibatkan perubahan cara belajar kita di masa yang akan datang.

 

Oleh: Isnan Nursalim

Mahasiswa Sosiologi Universitas Mataram

Komentar