Sabtu, 17 April 2021

Lestarikan Batik Ciprat Karangtalun, Mahasiswa KKN PPC UMP 035 Latihan Membatik Di Desa Karangtalun

Mahasiswa KKNT PPC Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kelompok 035 Karangtalun Bapak Mulyono beserta istri membuka home industri Batik Ciprat pada tahun 2018

Rendahnya ketertarikan masyarakat terutama pada kalangan muda terhadap kesenian membatik menjadikan Bapak Mulyono beserta istri membuka home industri Batik Ciprat pada tahun 2018. Hal tersebut juga didukung oleh anggota keluarga mereka yang juga memiliki darah seni. Home industri tersebut berada di wilayah RT01/RW07 Desa Karangtalun, Bobotsari, Purbalingga. Tujuan mereka mendirikan home industri tersebut, selain untuk melestarikan kesenian batik juga untuk membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar melalui kesenian membatik.


Purbalingga, Serayunews.com

Batik merupakan salah satu kesenian daerah yang wajib untuk dilestarikan. Selain dengan teknik tulis, cap, dan printing muncul inovasi baru yang dinamakan Batik Ciprat. Batik Ciprat merupakan kesenian membatik dengan teknik menciprat. Teknik ciprat dilakukan menggunakan kuas cat yang dicelupkan pada malam yang sudah dicairkan kemudian dicipratkan ke atas bidang (Kaos/Kain) secara perlahan sehingga menimbulkan bercak.

Istri dari pemilik home industri Batik Ciprat Karangtalun yaitu Ibu Priatiningsih menyampaikan bahwa “Batik ciprat memiliki filosofi bahwa dengan adanya home industri batik tersebut, diharapkan warga yang tinggal di sekitar home industri turut kecipratan atau terkena dampak rezeki yang nantinya dapat membantu meningkatkan perekonomian warga Karangtalun”.

Sebagai bentuk pelestarian kesenian batik, Mahasiswa KKNT PPC Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kelompok 035 Karangtalun yang berada dibawah bimbingan Ibu Fatin Rohmah Nur Wahidah, S.Psi., M.Psi. selaku dosen pembimbing lapangan melakukan latihan membatik yaitu dengan membuat sapu tangan dan kaos batik ciprat.

Pelatihan membatik dilaksanakan selama 4 hari di Rumah Batik Ciprat Karangtalun yang diawali pada hari Jum’at, 12 Februari 2021.

Proses menggambar sketsa pada kain yang akan dibuat sapu tangan.

 

Kegiatan dilanjutkan pada hari Minggu, 14 Februari 2021 dengan proses “nyanthing

Hari Rabu, 17 Februari 2021 dilanjutkan dengan melakukan proses ciprat pada kaos yang akan dibuat.

Proses yang terakhir yaitu pewarnaan (lorod) pada hari Kamis, 18 Februari 2021.

Mahasiswa sangat berantusias untuk belajar membatik karena ini merupakan kesempatan pertama mahasiswa untuk belajar langsung membatik. Meskipun membutuhkan kesabaran, ternyata kegiatan membatik sangat asyik untuk dilakukan. Selain mahasiswa, pemilik rumah batik juga merasa antusias dengan kegiatan mahasiswa yang melakukan latihan membatik di tempatnya, kegiatan mahasiswa tersebut dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap kesenian batik. Kegiatan tersebut juga memiliki tujuan agar Rumah Batik Ciprat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Hasil Akhir Membatik Kaos Ciprat

 

Editor :Redaksi

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini