Sabtu, 17 April 2021

Tiga Pelawak Legendaris Asal Banyumas, Melawak pun Mereka Serius

bagyo cs, serayunews, serayu news, berita terkini, berita hari ini
Aksi Diran dalam sebuah film berjudul “Bos Bagyo dalam Gembong Ibukota”. foto cuplikan dari Youtube falcon.

Di masanya ada empat orang pelawak yang tergabung dalam Bagyo Cs. Mereka adalah Bagyo, Sol Saleh, Diran, dan Darto Helm. Dari keempat pelawak itu, tiga di antaranya adalah orang yang lahir di eks Karesidenan Banyumas.

Bagyo lahir di Purwokerto pada 1933 dan meninggal dunia tahun 1993. Diran lahir di Cilacap tahun 1936 dan meninggal dunia tahun 1996. Darto Helm lahir di Purwokerto pada 1943 dan meninggal dunia pada 2004. Sementara, satu personel lain, yakni Sol Saleh lahir di Bandung pada 1933 dan meninggal dunia pada 2002.

Tiga pelawak asal Banyumas plus Sol Saleh tersebut ternama di tahun 80-an. Aksi mereka berempat kala itu tak jarang muncul di TVRI. Bahkan, saat ini aksi mereka bisa kembali dilihat setelah adanya YouTube. Para pelawak itu telah membuktikan bahwa melawak pun harus serius.

Salah satu aksi Bagyo Cs itu bisa dilihat dalam YouTube akun Ungu photo dan video yang berjudul “kejujuran”. Di mana letak keseriusan lawakan mereka? Pertama, mereka bisa berbagi peran. Bahkan, keempat sosok itu bisa membuat orang tertawa.

Bagyo memang  terlihat lebih dominan dalam lawakan itu. Namun, dia juga memberi kesempatan dan pancingan pada kawannya untuk ikut mengocok perut para penonton. Aksi spontan Bagyo telah memancing lawan mainnya bisa mengocok perut penonton.

Pembagian peran itu sangat terlihat ketika tidak ada satu pun di antara mereka yang saling menyela. Menyela maksudnya adalah berkomentar di tengah yang lain sedang berbicara. Mereka berbagi peran dengan bagus. Ketika Bagyo dengan Darto Helm sedang beraksi, Diran dan Sol Saleh tidak merecoki.

Kedua, memiliki alur cerita yang jelas. Alur ceritanya mungkin tidak paten. Tapi secara garis besar ada cerita yang ingin digambarkan. Ada orang yang jujur, ada pekerja keras, ada yang ngaku-ngaku. Lawakan mereka berkutat pada alur cerita yang sudah dibangun. Mereka tidak melawak asal manggung dan membuat orang tertawa, tapi punya cerita yang akan diusung.

Ketiga, ada pesan moral yang disampaikan. Mereka mengangkat soal kejujuran. Bagaimana tukang becak jujur mencari penumpangnya yang meninggalkan tas. Bahkan, tukang becak sudah mencari sampai setahun, hanya untuk mengembalikan tas penumpangnya. Setting tahun 80-an terasa pas menggambarkan hal itu. Sebab, di masa itu belum ada telepon genggam   dan tetek bengek teknologi yang memudahkan.

Saya menduga, ketika mereka akan melawak, menyiapkan dengan matang dari mulai cerita yang akan dibawakan, pesan yang ingin disampaikan, teknik pembagian peran yang akan dibawakan. Untuk melawak, para legenda itu memang serius. Tak heran ketika mereka semua sudah berpulang, namanya masih dikenang. Bahkan penonton di Youtube, sampai ribuan.

Sekadar tambahan, kelompok Bagyo Cs, tidak utuh empat orang di masa perjalanannya. Sebab, Sol Saleh memutuskan untuk keluar di tahun 80-an dan membuat grup sendiri. Alhasil, tinggal bertiga yakni Bagyo, Diran, dan Darto Helm.

Referensi:

Perginya Pelawak yang Halus dan Serius (Majalah Tempo)

Akun YouTube Ungu Photo & Video

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini