
SERAYUNEWS – Buntut dari carut marutnya pelaksanaan acara jalan sehat dalam rangka HUT RI ke-80, oleh Pemkab Banyumas pada 24 Agustus lalu, menyeret nama Wakil Bupati (Wabup) Banyumas Dwi Asih Lintarti.
Pemenang hadiah umroh, dari undian peserta acara tersebut, yakni Novi Yanti, warga Desa Keniten Kecamatan, Kedungbanteng.
Sejak penyelenggaraan acara sampai lebih dari 5 bulan, dia belum mendapatkan realisasi dari hadiah yang dijanjikan panitia.
Beberapa kali komunikasi dengan panitia, namun hasilnya hanya harap-harap cemas.
Karena rumahnya dekat dengan rumah Wabup Lintarti, Novi mencoba untuk mengadu ke Wabup. Harapannya bisa segera mendapatkan kepastian mengenai apa yang menjadi haknya.
“Saya bilang ke anaknya Bu Lintarti yang jadi lurah, tapi ibunya lagi ke Jakarta. Dari Jakarta terus ke Semarang,” kata Novi, Kamis (12/02/2026).
Setelah dia menyampaikan ke anaknya Wabup Lintarti, keesokan harinya dia dihubungi oleh Sekda Banyumas Agus Nur Hadie, yang juga selaku ketua panitia peringatan HUT RI tingkat Kabupaten.
“Kemarin baru dihubungi Pak Agus, temannya Bu Lintarti yang katanya ikut jadi panitia jalan sehat,” ujarnya.
Pada awalnya, hadiah umroh tidak bisa digantikan dengan nominal uang. Tetapi bisa digantikan kepada orang, yang berminat berangkat ibadah umroh.
“Dulu tidak bisa diganti uang, katanya paling diganti orang yang berangkat umroh. Tapi kemarin Pak Agus lewat WhatsApp bilang mau diganti uang,” katanya.
Saat ditanya nominal penggantian, Novi mengaku belum ada kepastian. “Informasi dari Pak Sena bilangnya 15 (juta). Tapi kemarin saya sudah bilang ke Pak Agus. Katanya diusahakan, tapi belum tahu berapa,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Novi Yanti, warga Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, adalah pemenang ibadah umroh, pada undian pada acara jalan sehat dalam rangka HUT RI ke-80, Pemkab Banyumas 24 Agustus lalu.
Seperti halnya yang dialami Yulia Nurul, pemenang hadiah Mobil Brio, pada acara yang sama. Novi juga sampai saat ini belum menerima hadiah yang dia dapatkan.
Saat dikonfirmasi, Novi menyampaikan bahwa, pada awal perjanjian, hadiah akan direalisasikan paling lambat Januari 2026. Namun kenyataanya sampai saat ini belum terwujud.
“Sejak awal, Pak Sena janjinya akhir Januari beres. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan,” katanya, Kamis (12/02/2026).
Sebagai informasi, Sena merupakan Direktur Bos Event Organizer, yang pada pemberitaan sebelumnya disebut Najmudin.
Meskipun tak kunjung ada realisasi, namun Novi mengaku beberapa kali komunikasi dengan panitia. Baik dari Bos EO maupun dari Pemkab Banyumas.
“Kemarin Pak Sena (EO acara) sudah telepon. Katanya lagi diusahakan, Pak Agus (Sekda) juga sudah sempat menghubungi. Katanya lagi diurus,” ujarnya.
Lebih lanjut Novi menceritakan, bahwa saat acara jalan sehat di kawasan Menara Teratai, dia membeli dua kupon. Satu di antaranya itu yang keluar sebagai pemenang umroh saat pengundian.
“Beli dua tiket, dan dapat itu. Alhamdulillah dapat,” ujarnya.
Saat pengundian itu, Novi sudah berada di rumah. Dia kemudian dihubungi oleh pihak panitia.
“Saya waktu itu tidak datang, terus ditelepon ke rumah. Habis itu saya langsung ke sana,” katanya.
Ia mengaku sangat terharu saat mengetahui dirinya menjadi pemenang hadiah umroh.
“Bahagia campur terharu. Saya tidak mengira penipuan, karena kan atas nama Pemda Kabupaten, jadi tidak berpikiran sama sekali kalau itu penipuan,” kata dia.