Kamis, 20 Januari 2022

Ngapain Akhir Pekan Ini? Datang Saja ke Bazar Art Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga

Penghormatan Keragaman di Tanah Perwira

Aksi penari di acara Bazar Art di Klenteng Hok Tek Bio Purbaligga. foto: amin

Bingung mengisi akhir pekan ini? Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga, bisa menjadi pilihan. Selama tiga yakni Jumat-Minggu (14-16/02/2022) ada sederet pertujukan seni dan budaya pada Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga yang ada di Kandang Gampang, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga ini.


Purbalingga, serayunews.com

Selama tiga hari, ada yang berbeda di kawasan Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga. Pada tempat peribadatan ini ada acara bertajuk ‘Indahnya Kebersamaan’. Acara Bazaar Art Purbalingga ini menampilkan beragam karya seni dan krida. Jadi tempat ini bisa menjadi alternatif wisata untuk akhir pekan ini.

Satu alasan kenapa penting mengjungi even ini? Sebab,  acara ini belum tentu ada pada waktu dan tempat yang lain. Semua karya otentik dan tak ada duanya. Beragam seni budaya dan krida merupakan karya dari Kie Art Cartoon dari Cartoon School Sidareja Kaligondang, Kabupaten Purbalingga.

“Event ini kami laksanakan bersamaan dengan Bulan Perdamaian Dunia yang juga jatuh pada Januari. Momen untuk merefleksikan diri juga, bagaimana pandemi telah mengajarkan pentingnya tolong menolong, indahnya kebersamaan,” kata Gita Yohanna Thomdean yang juga merupakan pendiri Kie Art Project, Jumat (14/1/2022) malam.

Baca juga  Pengumuman! Ini 19 Titik Ruas Jalan Menuju Kota Cilacap yang Ditutup Saat Malam Tahun Baru 2022

Bagaimana tidak indah, ada para perempuan berhijab tampil di tempat ibadah umat Konghucu. Ada kesenian wayang. Bahkan kuda lumping juga tampil dengan ornamen lampion-lampion dan patung naga. Unsur-unsur budaya Tionghoa berpadu dengan Jawa, merupakan momen langka.

“Para hijaber tampil di klenteng, kan betapa indahnya kebersamaan. Ini mengandung pesan, bangsa yang majemuk bisa saling berdampingan dan menghargai satu sama lain,” ujar Gita.

Acara berlangsung selama tiga hari, dengan tema dan penampilan yang berbeda-beda. Hari pertama telah ada karawitan dan wayang jemblung dengan dalang Ki Kusno Kantong. Hari berikutnya masih akan tampil Keroncong, Pentas Tari Ujungan – Karawitan Kie Art 1, dan Pameran lukisan yang digawangi Chune Ebeg Mayong.

Gita menjelaskan, tari Unjungan mungkin ada juga pada beberapa wilayah Jawa. Namun setiap daerah bisa saja berbeda pesan cerita atau sejarahnya. Tari Unjungan ini, merupakan budaya asli Sidareja. Sudah sekitar 111 tahun silam, tari ini membumi.

Pada daerah lain Tari Unjungan sebagai tradisi meminta hujan, tapi unjugan Sidareja Purbalingga ini sejarahnya adalah pertarungan para jawara desa. Dari pertarungan itu lahirlah Desa Sidareja.

Baca juga  Sejumlah Ruas Jalan Gelap karena LPJU Rusak, Begini Penjelasan Kepala Dishub Purbalingga

“Ujungan ini ceritanya adalah para jawara desa adu ketangkasan. Historinya penyatuan dua desa, menjadi Sidareja,” kata dia.

Seni lukis yang ada pun tidak sebatas lukisan di kanvas. Ada juga lukis sepatu, tas, dan lukis lampu. Ada juga kerajinan dari bambu, kerajinan blangkon Soedirman dan sebagainya.  Karya-karya bersifat handmade dan limited edition. Oleh karena itu, belum tentu akan kalian temukan di tempat lain.

“Kita membawa misi juga, ingin mengedukasi kepada masyarakat bahwa sesuatu yang original dari seniman dengan hatinya, akan memberi kesan berbeda dengan printing. Sedangkan limited edition karena tiap bazar menampilkan tema yang berbeda,” katanya.

Rasanya tidak salah jika Anda memilih mengisi akhir pekan dengan datang ke Bazzar Art Purbalingga Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga. Baik berkunjung dengan keluarga, maupun dengan pacar atau teman. Selain rekreasi, ada juga unsur edukasi. Bahkan, dengan tatanan yang ciamik, banyak juga spot foto untuk mengisi beranda sosmed kalian. Sebab sangat instagramable.

Ketua Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga dr Mulyadi mengungkapkan even ini menjadi bentuk penghormatan terhadap keberagaman Indonesia. Pada Bazar terlihat kolaborasi penggambaran Tri Dharma dalam Klenteng Hok Tek Bio dan juga pemuda seni yang mayoritas beragama Islam yang membawakan budaya desanya.

Baca juga  Ramai #satuharisatuoknum, Ini Kata Kapolres Purbalingga

“Malam ini kita membuat jalan, jalan menuju perdamaian, menuju persaudaraan, berkolaborasi, semoga ini jadi jalan persatuan dan perseduluran,” kata dr Mulyadi.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi juga sempat hadir membuka Bazzar ini. Bupati  sangat mengapresiasi even tersebut. Kegiatan ini juga bagian dari menguri-uri budaya. Sebagaimana pesan Bung Karno, Indonesia harus berdaulat di bidang politik, berdikari pada bidang ekonomi dan berkepribadian pada bidang budaya.

“Karena pandemi saya yakin sektor seni adalah sektor yang terdampak, saya bersyukur ada kegiatan seperti ini, semoga memotivasi para seniman yang lain, meskipun dalam pandemi tetap berbuat, berkarya dan berprestasi untuk Purbalingga,” katanya.

Pada kesempatan itu, Tiwi hadir bersama Ketua DPRD HR Bambang Irawan. Mereka sempat membuat goresan abstrak pada kanvas. Goresan tersebut kemudian dilanjutkan oleh pelukis Chune menjadi lukisan abstrak yang lebih estetis dan bermakna.

Editor :kholil

Berita Terkait

Berita Terkini