
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Menghabiskan waktu sore di ruang terbuka atau yang kini akrab disebut “nyore” menjadi salah satu pilihan anak muda untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas.
Di Purwokerto, kebiasaan tersebut dapat ditemui di sejumlah ruang publik, salah satunya kawasan Kolam Retensi Purwokerto.
Berbeda dengan alun-alun yang cenderung ramai oleh aktivitas kuliner dan kerumunan pengunjung, kawasan Kolam Retensi menawarkan suasana yang lebih tenang.
Warga memanfaatkan area tersebut untuk berolahraga, bersantai, atau sekadar menikmati perubahan warna langit menjelang matahari terbenam.
Kolam Retensi Purwokerto pada awalnya dibangun sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir.
Seiring waktu, kawasan di sekitarnya berkembang menjadi ruang terbuka yang turut dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas.
Trotoar yang mengelilingi kolam menjadi salah satu fasilitas yang banyak digunakan warga. Menjelang sore, sejumlah orang terlihat berjalan kaki maupun berlari menyusuri area tersebut.
Bangku taman juga menjadi tempat bagi warga yang ingin beristirahat sembari menikmati suasana. Pengunjungnya pun beragam.
Anak muda datang untuk jogging, beberapa keluarga menikmati waktu bersama, sementara warga lanjut usia memilih duduk santai sambil berbincang.
Sigit (23), seorang mahasiswa di Purwokerto, termasuk salah satu warga yang kerap menghabiskan waktu sore di kawasan tersebut.
Ia biasanya datang ketika merasa jenuh dengan aktivitas kuliah maupun pekerjaan.
“Saya ke sini kalau sedang pusing dengan kuliah. Kadang jogging, kadang cuma menikmati sore. Tempatnya enak dan adem, bisa melihat sunset juga,” ujar Sigit saat ditemui pada Sabtu, (8/8/2026).
Menurutnya, suasana Kolam Retensi membuat aktivitas olahraga terasa lebih menyenangkan. Setelah berlari atau berjalan kaki, ia dapat beristirahat sambil menikmati pemandangan sekitar.
Bagi Sigit, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mengurangi kejenuhan.
Kesibukan sebagai mahasiswa yang juga menjalani pekerjaan paruh waktu membuatnya membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak.
“Ini semacam refreshing buat saya. Capek karena skripsi dan kerja part time, kalau duduk di sini rasanya beban pekerjaan agak hilang,” katanya.
Menjelang matahari terbenam, suasana di sekitar kolam berubah perlahan.
Cahaya matahari yang semakin rendah menciptakan bayangan pepohonan dan orang-orang yang beraktivitas di sepanjang jalur.
Lampu taman mulai menyala ketika langit beranjak gelap. Aktivitas warga pun tetap berlangsung, meski suasananya perlahan menjadi lebih tenang.
Bagi sebagian pengunjung, momen tersebut menjadi alasan lain untuk datang ke Kolam Retensi. Mereka tidak selalu datang dengan tujuan berolahraga.
Ada pula yang sengaja mencari suasana tenang setelah seharian berhadapan dengan aktivitas kuliah, pekerjaan, atau rutinitas lainnya.
Bagi Sigit, menikmati sore seperti itu memberikan ruang untuk berhenti sejenak dari kesibukan. Ia tidak membutuhkan aktivitas yang rumit untuk mendapatkan suasana yang lebih rileks.
“Menurut saya, nyore seperti ini penting. Pikiran jadi lebih enak dan lebih plong, apalagi sambil olahraga. Jadi badan sehat, pikiran juga lebih sehat,” pungkasnya. (Reza Nugraha)