Minggu, 27 November 2022

Pasca Pandemi, Pentas Kesenian Banyumasan Perlu Kembali Digelorakan

Anggota DPRD Jateng HM Ichwan SH MM menjadi pembicara dalam Dialog Laras Budaya sebelum pelaksanaan Pentas Kesenian Banyumasan Kolosal dan Tari Ebeg, di lapangan Desa Gembong Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Sabtu (29/10/2022) sore. (Joko Santoso)

Pandemi Covid-19 sempat membuat pentas kesenian tradisional mati suri. Pasca pandemi, upaya nguri-uri budaya tradisional tersebut perlu kembali digelorakan. Salah satunya dengan menggiatkan frekuensi pentas kesenian daerah tersebut.


Purbalingga, serayunews.com

Demikian pernyataan anggota DPRD Jateng HM Ichwan  SH MM dalam acara Pentas Kesenian Tradisional Banyumasan Kolosal dan Pentas  Tari Ebeg, di Lapangan Desa Gembong, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Sabtu (29/10/2022) sore. Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Sebelum pentas, ada dialog Laras Budaya dengan narasumber Anggota Komisi D DPRD Jateng H Moch Ichwan SH MM dan Budayawan Agus Sukoco. Moderator Bincang-bincang yang mengusung tema ‘Nguru-Uri Seni Budaya Banyumasan Ebeg’ itu adalah Dendi Ganda dari Trijaya FM Semarang.

Ichwan mengatakan DPRD Jateng akan terus mendorong kesenian tradisional di daerah agar semakin berkembang. Sehingga, para seniman generasi muda bisa melestarikannya. Pihaknya juga akan mendorong pemberdayaan para seniman untuk terus berkreasi dengan menggelar pertunjukan kesenian tradisional, sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan serta mengembangkan warisan leluhur itu.

“Kami  mengajak dinas terkait, pemda setempat, para seniman dan masyarakat untuk bersama-sama memperdayakan kesenian tradisional. Sekaligus menjaga budaya lokal bangsa Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Berbagai budaya lokal berperan besar dalam membentuk dan mengembangkan jati diri bangsa yang harus kita lestarikan,” terangnya.

Dorongan Pemerintah

Dia mengatakan pemerintah setempat setidaknya bisa mendorong kesenian tradisional dengan menggelar pertunjukan di objek-objek wisata, satu minggu sekali.

“Ini dampak positifnya ke depan sangat bagus dan bakal semakin lebih populer serta masyarakat luas menyukainya, termasuk wisatawan mancanegara,” tutur Ichwan.

Menurutnya, DPRD Jateng sangat peduli terhadap kesenian tradisional daerah hingga akan terus mendukung agar lebih berkembang ke depan agar tidak tergerus oleh seni budaya lain, atau semakin punah.

Pentas tari ebeg dalam Pentas Kesenian banyumasan Kolosal dan Taru Ebeg, di lapangan Desa Gembong Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Sabtu (20/10/2022) sore. (Joko Santoso)

Pertunjukan tari kolosal dan tari Ebeg pada kesempatan itu dilakukan seniman-seniman muda dari Sanggar Ngesti Budaya asuhan Kasiman.

Sementara, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) yang hadir dalam cara tersebut memberikan apresiasi kepada anggota DPRD Jateng HM Ichwan yang menggagas pementasan kesenian tradisional itu.

“Ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap kesenian daerah,” imbuhnya.

Editor :kholil

Berita Terpopuler

Berita Terkini