Senin, 21 Juni 2021

Pelari 100 Meter Legendaris asal Purwokerto Ini Berprestasi Hebat di Olimpiade

Mantan sprinter andalan Indonesia, Purnomo Muhammad Yudhi. sumber foto: Purnomo : Waketum DPP Partai Gerindra

Nama Purnomo Muhammad Yudhi benar-benar menterang pada tahun 1984. Purnomo adalah pelari jarak pendek 100 meter yang mampu lolos sampai semifinal ajang Olimpiade 1984. Purnomo diketahui adalah pria kelahiran Purwokerto pada 12 Juli 1962.

Di ajang lari 100 meter Olimpiade 1984, Purnomo mengawali di heat 2. Dia bertanding melawan tujuh pelari lainnya. Hasilnya cukup memuaskan. Purnomo ada di posisi dua dengan catatan waktu 10,40 detik. Posisi pertama ditempati pelari Inggris Raya Allan Wells dengan catatan waktu 10,32 detik.

Keberhasilan di heat 2 membuat Purnomo berhak lolos ke perempatfinal. Purnomo bertanding di perempatfinal keempat. Dia bersaing dengan tujuh pelari lainnya. Hasilnya, Purnomo ada di posisi tiga dengan catatan waktu 10,43 detik.

Posisi kedua ditempati Allan Wels dengan 10,33 detik dan posisi pertama ditempati Ray Steward dari Jamaika dengan 10,30 detik. Keberhasilan nomor tiga di babak perempatfinal membuat Purnomo lolos ke semifinal.

Purnomo pun tercatat sebagai satu-satunya pelari dari Asia yang masuk ke semifinal lari 100 meter. Bahkan, dia satu-satunya pelari non benua Eropa dan benua Amerika yang bermain di semifinal. Perinciannya, ada 16 pelari yang bertanding di semifinal dengan sembilan pelari dari benua Amerika, enam pelari dari Eropa, dan Purnomo.

Sayangnya, di semifinal Purnomo tidak bisa berbuat banyak. Bermain di semifinal satu, Purnomo ada di posisi paling bawah alias posisi delapan. Catatan waktunya 10,51 detik. Catatan waktu Purnomo di semifinal juga lebih buruk dari catatan waktunya saat di babak awal dan perempatfinal.

Sekalipun gagal di semifinal, capaian Purnomo terhitung luar biasa. Setahun setelah Olimpiade 1984, Purnomo meraih medali emas di Kejuaraan Asia untuk nomor lari 100 meter dan 200 meter.

Setelah tak lagi menjadi pelari, Purnomo memutuskan menjadi anggota partai politik. Dia memilih berpolitik di Partai Gerindra. Purnomo meninggal dunia pada 2019 lalu. Sebagai seorang pelari, dia tentu akan terus dikenang. Apalagi, prestasinya cukup mentereng di Olimpiade. Prestasi yang kemudian diikuti juniornya Mardi Lestari yang juga lolos ke semifinal lari 100 meter di Olimpiade 1988.

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini