Rabu, 5 Oktober 2022

Pembuatan Kartu Identitas Anak di Banyumas Sudah Mencapai 55 Persen

Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas, Hirawan Danan Putra
Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas, Hirawan Danan Putra menunjukan gambar KIA, Jumat (15/7/2022). (Hermiana E.Effendi/Serayunews)

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas terus melakukan sosialisasi terkait Kartu Identitas Anak ( KIA). Mengingat KIA merupakan salah satu bentuk upaya perlindungan terhadap anak. Sampai saat ini sudah 55 persen lebih anak di Banyumas yang memiliki KIA.


Purwokerto, serayunews.com

Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas, Hirawan Danan Putra mengatakan, untuk pembuatan KIA memang tidak ada target. Namun pihaknya tetap berupaya memaksimalkan KIA. Sebab, banyak manfaat KIA. Antara lain, anak mengenal identitas diri, mulai dari nama dan alamat. Hal ini penting sebagai bentuk antisipasi jika terjadi kasus anak hilang atau terpisah dari keluarga dan sejenisnya.

Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 2 Tahub 2016 tentang Kartu Identitas Anak, salah satu pasalnya menyebutkan tujuan dari KIA adalah untuk meningkatkan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik.

“Syarat untuk pembuatan KIA sangat mudah, hanya membawa kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran. Untuk pembuatannya juga gratis,” jelasnya, Jumat (15/7/2022).

Lebih lanjut Hirawan mengatakan, KIA bagi anak yang baru lahir hingga usia di bawah 17 tahun. Dalam kartu tertera identitas layaknya Kartu Tanda Penduduk (KTP) yaitu nama lengkap, alamat dan nomor akta kelahiran sebagai pengganti Nomor Induk Kependudukan (NIK). Untuk anak 0-5 tahun kartu tanpa foto, tetapi jika ada yang berinisiatif datang untuk rekam foto, maka tidak ada larangan.

“Warna KIA pink dan anak-anak sangat senang memilikinya. Ada kebanggaan tersendiri mereka mengantongi identitas resmi dari pemerintah,” tuturnya.

Inovasi

Dindukcapil Banyumas saat ini juga terus berinovasi untuk meningkatkan kemanfaatan KIA. Di antaranya dengan menjajaki kerjasama merangkul sektor pariwisata. Sehingga ke depan, ada layanan khusus bagi anak yang memiliki KIA, misalnya ada potongan harga saat masuk tempat wisata, ataupun potongan harga dalam pembelian buku serta peralatan sekolah lain.

“Berbagai upaya kerjasama sedang kita jajaki, baik antar instansi ataupun dengan sektor swasta. Mengingat banyak manfaat dari KIA, kita harapkan para orangtua mau proaktif untuk mengurus KIA bagi anaknya,” kata Hirawan.

Untuk anak yang baru lahir, Dindukcapil Banyumas juga mempunyai program 3 in 1, yaitu anak langsung mendapatkan akta kelahiran, langsung masuk tercatat dalam kartu keluarga, dan langsung mendapatkan KIA.

Berita Terpopuler

Berita Terkini