
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan film drama religi yang siap meramaikan layar lebar pada 2026.
Kali ini, giliran Ibadah dan Cinta, sebuah film yang mengangkat kisah romansa lintas budaya dan perjalanan spiritual.
Kolaborasi dua rumah produksi tersebut menghadirkan cerita yang juga menyisipkan nilai-nilai keagamaan, pencarian jati diri, serta keberanian mengambil keputusan di tengah berbagai perbedaan.
Dengan latar pengambilan gambar di Indonesia dan Australia, film ini menawarkan pengalaman visual sekaligus emosional bagi penonton.
Besutan sutradara Jastis Arimba, film ini menghadirkan jajaran pemain papan atas yang akan menghidupkan kisah penuh makna tersebut.
Bagi pencinta film drama romantis religi, Ibadah dan Cinta akan mulai diputar di jaringan bioskop Indonesia pada 24 September 2026.
Kehadirannya menjadi salah satu film yang dinantikan karena menggabungkan unsur romansa, keluarga, budaya, dan perjalanan spiritual dalam satu cerita.
Film ini juga menjadi proyek terbaru dari Multi Buana Kreasindo (MBK) dan Sinemata Productions.
Film ini dipimpin oleh duet pemeran utama Achmad Megantara dan Indah Permatasari, yang membawakan karakter dengan latar kehidupan dan budaya berbeda.
Selain keduanya, sejumlah aktor dan aktris ternama juga membintangi film ini.
Kehadiran para pemain tersebut akan memperkuat emosi cerita sekaligus menghadirkan dinamika hubungan antartokoh yang lebih hidup.
Film ini berkisah tentang perjalanan hidup Rico, seorang pemuda asal Australia yang diperankan Achmad Megantara.
Rico menjalani kehidupannya di Melbourne tanpa tujuan yang jelas hingga suatu ketika ia bertemu Santun (Indah Permatasari).
Santun merupakan putri Kyai Umar (Mathias Muchus), seorang ustazah muda yang tumbuh dan mengabdikan diri di lingkungan pesantren. Pertemuan mereka menghadirkan benih-benih cinta yang perlahan mengubah kehidupan Rico.
Hubungan tersebut bukan hanya mempertemukan dua insan yang berasal dari latar budaya berbeda, tetapi juga membawa Rico pada perjalanan mengenal kembali nilai-nilai keimanan.
Ia mulai belajar menjalankan salat dan berusaha menemukan kembali makna hidup yang selama ini hilang.
Namun perjalanan cinta mereka tidak berjalan mudah. Rico dan Santun harus menghadapi berbagai tekanan, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, hingga persoalan keyakinan.
Di tengah berbagai tantangan itu, keduanya berhadapan pada sebuah pertanyaan. Apakah hubungan mereka merupakan sebuah ujian atau justru pertanda menuju jalan hidup yang baru?
Melalui konflik tersebut, film ini mencoba menggambarkan bahwa cinta bukan sekadar tentang perasaan, tetapi juga tentang pengorbanan, keikhlasan, dan keberanian menentukan pilihan hidup.
Salah satu daya tarik utama Ibadah dan Cinta adalah lokasi syutingnya yang memadukan panorama luar negeri dengan nuansa religius khas Indonesia.
Sebagian besar adegan diambil di Melbourne, Australia, termasuk sejumlah destinasi alam yang terkenal seperti Grampians, Port Campbell, dan kawasan bebatuan ikonik Twelve Apostles.
Keindahan lanskap tersebut memperkuat atmosfer cerita sekaligus menghadirkan sudut pandang baru yang belum banyak dieksplorasi dalam film Indonesia.
Sementara itu, suasana pesantren yang menjadi bagian penting dalam cerita direkam di Pesantren Darunnajah, Cipining, Leuwiliang, Bogor.
Selain itu, proses produksi juga berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Barat, seperti Tapos, Cigombong, dan Sukabumi.
Perpaduan lokasi tersebut menciptakan kontras menarik antara kehidupan modern di Australia dengan kehidupan pesantren yang kental akan nilai-nilai tradisi dan keagamaan di Indonesia.
Dengan cerita yang memadukan romansa, pencarian makna hidup, dan perjalanan spiritual, Ibadah & Cinta akan menjadi salah satu film drama religi Indonesia yang menarik perhatian penonton pada 2026.***