
WONOSOBO, SERAYUNEWS- Operasi pencarian dua remaja yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Bismo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terus berlanjut.
Memasuki hari kedelapan, Tim SAR Gabungan bakal melakukan penyisiran intensif di sejumlah titik dengan melibatkan personel Basarnas, relawan, aparat keamanan, hingga Unit K9.
Meski dihadapkan pada medan pegunungan yang terjal, vegetasi lebat, dan cuaca yang berubah-ubah, semangat para personel di lapangan tidak surut untuk menemukan kedua korban.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Wonosobo, Sabarno menyebutkan, proses pencarian telah berlangsung tujuh hari. Operasi pencarian diperpanjang hingga tiga hari kedepan.
“Apel persiapan pemberangkatan dari sru.1.3.4. dan oprasi diperpanjang sampai 3 hari,” ujarnya Kamis (9/7/2026. Tim SAR Gabungan telah diberangkatkan sejak pukul 08.00 WIB.
Melansir unggahan resmi Unit K9 Kantor SAR Semarang pada Rabu (8/7/2026), Tim SAR Gabungan menyampaikan bahwa seluruh personel tetap berupaya maksimal menyisir area pencarian.
“Operasi SAR pencarian korban yang dilaporkan hilang di Gunung Bismo terus dilakukan dan kini telah memasuki hari ke-7. Tim SAR gabungan tetap berupaya maksimal menyisir area pencarian meski dihadapkan berbagai kendala, medan yang ekstrem dan sulit dilalui,” tulis akun tersebut.
Tim juga mengajak masyarakat untuk mendoakan kelancaran operasi pencarian serta keselamatan seluruh personel yang bertugas.
Dalam operasi pencarian ini, Basarnas mengerahkan Unit K9 Kantor SAR Semarang, termasuk anjing pelacak bernama Citeng yang memiliki kemampuan khusus mendeteksi jejak manusia.
Kemampuan K9 diharapkan dapat membantu menemukan petunjuk di kawasan hutan yang sulit dijangkau oleh personel.
Selain Unit K9, tim gabungan juga memanfaatkan drone udara dan peralatan pemantau jarak jauh untuk mengawasi area tebing, jurang, serta lembah yang berisiko tinggi.
Teknologi tersebut digunakan guna memperluas cakupan pencarian sekaligus meminimalkan risiko terhadap personel SAR yang bekerja di medan ekstrem.
Korban yang masih dicari diketahui bernama Arifin Nurohman (18) dan Yufaidin (15), warga Dusun Rejosari, Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo.
Keduanya dilaporkan meninggalkan rumah pada Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 12.00 WIB untuk mencari burung di lereng Gunung Bismo melalui jalur Krinjing tanpa memberi tahu orang tua maupun keluarga.
Setelah tidak kembali selama dua hari, keluarga bersama warga melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan tim penyelamat sehingga operasi pencarian segera dilakukan.
Operasi SAR melibatkan sekitar 500 personel dari berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan kebencanaan, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat sekitar.
Kepada wartawan, Komandan Pos SAR Wonosobo, Widi, sebelumnya menjelaskan bahwa area pencarian dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) agar penyisiran dapat dilakukan lebih efektif.
Namun hingga hari ketujuh, belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan kedua remaja tersebut. Medan pencarian dinilai sangat berat karena didominasi hutan rapat, semak belukar, jurang curam, dan lereng licin yang menyulitkan mobilitas personel.
Informasi yang dihimpun menyebutkan kedua korban masih berstatus pelajar dan dikenal sebagai sahabat dekat.
Keduanya juga memiliki latar belakang keluarga yang mengundang simpati masyarakat. Salah satu korban telah kehilangan ibu, sementara korban lainnya telah ditinggal wafat ayahnya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat Wonosobo terus memberikan dukungan moral kepada keluarga serta mendoakan agar keduanya segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Unggahan perkembangan operasi SAR di media sosial mendapat respons luas dari masyarakat.
Banyak warganet menyampaikan doa agar kedua korban segera ditemukan serta memberikan semangat kepada seluruh personel SAR yang bertugas. “Semoga segera ketemu,” tulis salah seorang pengguna media sosial.
Warganet lainnya juga berharap cuaca tetap bersahabat sehingga proses pencarian dapat berlangsung lebih optimal.
Hingga berita ini ditulis, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR Gabungan menegaskan seluruh unsur akan terus melakukan penyisiran sesuai rencana operasi dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait keberadaan korban dan menyerahkan proses pencarian kepada tim resmi agar tidak mengganggu jalannya operasi.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk penggunaan Unit K9, drone, dan ratusan personel gabungan, harapan agar kedua remaja asal Desa Krinjing segera ditemukan masih terus dijaga oleh keluarga, masyarakat, dan seluruh tim penyelamat.