Sabtu, 3 Desember 2022

Pengakuan Pelaku Pengecatan Cabai, Pernah Beresperimen Tapi Gagal

Cabai di Cat Gegerkan Banyumas

 

Petani cabai asal Temanggung, BN (35) harus meringkuk di tahanan.

Petani cabai asal Temanggung, BN (35) harus meringkuk di tahanan. Dia sebelumnya membuat geger dengan mengecat cabai dan menjualnya hingga ke Banyumas. Kepada penyidik Polresta Banyumas, BN pun menceritakan bahwa dia pernah bereksperimen mewarnai cabai dengan cairan cengkih.


Banyumas, Serayunews.com

Dari pengakuan BN, diketahui bahwa mengecat cabai bukan langkah pertama yang dia lakukan. Sebelumnya dia melakukan uji coba dengan menyemprot cabai menggunakan cairan cengkih.

“Jadi sebelum menggukan pilox dia itu sudah pernah mencoba menggunakan cairan cengkih, tetapi gagal,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry, Senin (4/1/2021).

Berry menambahkan, gagalnya cairan cengkih, lantaran cairan tersebut tidak dapat menempel ke cabai. Sehingga BN mencoba melakukan hal kreatif lainnya dengan mencoba menggunakan cat semprot. Ia pun kemudian menganggap menggunakan cat semprot merupakan hasil yang bagus.

“Hasilnya sama persis dengan warna cabai asli. Hanya saja kalau yang di cat itu warnanya akan mengelupas ketika digosok,” kata dia.

Hingga saat ini dari pengakuan pelaku, cabai rawit yang dicat terebut baru didistribusikan melalui pengepul cabai asal Temanggung, kemudian didistribusikan ke Kabupaten Banyumas.

“Jadi pengepulnya ini mendapatkan cabai pelaku dalam kemasan karung. Kemudian oleh pengepul dikemas dalam kardus dan di kirim ke sini (Banyumas, red),” ujarnya.

Meski demikian, Kasat menjelaskan jika hingga saat ini pelaku hanya berjumlah satu orang. Sebab, untuk pengepul hanya menjual cabai dan tak tahu jika beberapa cabainya sudah disemprot oleh BN.

Berita Terpopuler

Berita Terkini