Jumat, 12 Agustus 2022

Penjual Bendera di Cilacap Berharap Cuan di Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Penjual Bendera di Cilacap Berharap Cuan di Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Momen peringatan HUT RI setiap tahunnya, menjadi keberkahan tersendiri bagi para penjual bendera. Seperti yang dirasakan oleh Slamet, penjual bendera di Jalan Piere Tendean Cilacap.


Cilacap, serayunews.com 

Slamet yang merupakan penjual bendera musiman ini, biasa memulai berjualan dari pertengahan Juli hingga akhir Agustus. Selain bendera, Slamet juga menjual umbul-umbul berbagai jenis, hingga tiang bambu.

“Pertengahan Juli sudah mulai berjualan, istilahnya untuk mengenalkan bahwa ada penjual bendera di sini,” kata Slamet kepada serayunews.com, Kamis (28/7/2022).

Baca juga  Geger! Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Pekarangan Warga Desa Buntu Cilacap

Ia menambahkan, biasanya penjualan bendera baru akan meningkat di H-7 sebelum 17 Agustus. Selain pembeli eceran, pembeli dengan jumlah besar biasanya merupakan dari pengurus lingkungan seperti RT atau RW. Sementara, untuk jenis umbul-umbul tertentu biasanya peminatnya dari kantor-kantor instansi pemerintah.

“Jadi kalau bendera merah putih biasanya rumah-rumah, kalau umbul-umbul berdiri itu lingkungan, sedangkan umbul-umbul yang memanjang, itu kantor-kantor. Setiap jenis, peminatnya berbeda-beda,” tuturnya.

Sementara terkait harga, Slamet yang merupakan warga asli Cilacap ini menjual bendera dan umbul-umbul dengan harga terjangkau. Bahkan untuk sebuah bendera, hanya dibanderol Rp 15 ribu, sedangkan harga umbul-umbul berkisar dari Rp 20.000 hingga Rp 40.000.

Baca juga  6 Bulan Terakhir, 3.000 Lebih Pekerja Migran Indonesia Asal Cilacap Berangkat ke Luar Negeri

“Misalnya ditambah bambu, ya berarti tambah biaya sedikit lah. Pesanan juga banyak, biasanya saya antar langsung ke tempat,” ujarnya.

Slamet menyebutkan, bagi masyarakat Cilacap kota yang membutuhkan bendera dan atribut kemerdekaan lainnya, bisa memesan melalui kontak WhatsApp di 085875031742 (Slamet).

Berita Terkait

Berita Terkini