Sabtu, 13 Agustus 2022

Penjual Motor STNK Only di Facebook diringkus Polisi

Pelaku Penadahan Motor Curian diringkus Polisi

Cilacap,serayunews.com – Iklan motor STNK Only atau tanpa surat sama sekali, sering bersliweran di media sosial. Namun, jangan mudah tergiur dengan harga yang jauh lebih murah. Pasalnya, bisa motor tanpa dilengkapi surat BPKB maupun hanya STNK bisa jadi merupakan hasil kejahatan.

Seperti yang terjadi di Dayeuhluhur, polisi berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor berawal dari postingan di media sosial Facebook. Penadah motor yang merupakan warga Kabupaten Pangandaran diringkus tanpa perlawanan. Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kapolsek Dayeuhluhur Iptu Ismiyadi menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari laporan kehilangan sepeda motor milik korban Rusnanto. Motor Honda Scopy milik korban hilang pada Jum’at (12/7/2019) pada pukul 04.30 Wib. Motor yang diparkir didalam rumah itu hilang didalam rumahnya yang berada di Dusun Ciawitali Desa Panulisan Timur Kecamatan Dayeuhluhur.

Baca juga  Polisi Gadungan Tipu PNS di Kesugihan Cilacap Hingga Miliaran Rupiah, Sebut Nama UGM 

“Berselang beberapa hari dari kejadian, ada sebuah postingan iklan di Facebook menawarkan motor yang mirip dengan ciri ciri mirip motor korban. Motor dengan warna hijau itu ditawarkan dengan harga enam juta,” ungkapnya saat menggelar pers rilis di Mapolsek Dayeuhluhur.

Berbekal dari informasi korban, kata dia, anggota Polsek Dayeuhluhur kemudian melakukan penyelidikan. Pelaku berhasil ditangkap pada Senin (15/7/2019) setelah petugas menyamar sebagai pembeli untuk transaksi. Dalam penangkapan itu, sepeda motor Honda Scopy keluarah tahun 2017,berwarna hijau juga turut disita sebagai barang bukti.

Baca juga  Pedagang di Pasar Manis Banyumas Mengeluh ke Ganjar

Petugas masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sudah diketahui identitas yang diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor tersebut .

Untuk mempertanggung jawaban perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 363 Jo. 480 KUH Pidana tentang penadah barang hasil pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

“Masyarakat dihimbau agar tidak mudah tergiur dengan membeli sepeda motor harga murah atau diluar kewajaran karena bisa diduga barang tersebut hasil kejahatan. Walaupun penjual mengatakan BPKB dalam proses leasing, bisa jadi STNKnya dipalsukan,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini