Sabtu, 20 Agustus 2022

Purbalingga Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak, Ini Kata Bupati Tiwi

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyaksikan anak-anak bermain permainan tradisional dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Purbalingga,di halaman Bioskop NSC Braling, Minggu (24/7/2022). (Joko Santoso)

Kabupaten Purbalingga meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2022 dengan peringkat Pratama oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA RI). Raihan ini sama dengan capaian di tahun sebelumnya. Penganugerahan Apresiasi Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2022 berlangsung di Kabupaten Bogor, Jumat (22/07/2022) lalu.


Purbalingga, serayunews.com

“Patut kita syukuri penghargaan ini. Tahun depan harus lebih baik lagi. Semoga tahun depan kita bisa meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak dengan kategori madya,” kata Bupati Dyah Hayuning Pratiwi di sela-sela menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kabupaten Purbalingga di halaman bioskop NSC Braling, Minggu (24/7/2022) pagi.

Baca juga  Ketua DPC PKB Purbalingga Bantah Anggota Fraksinya Boikot Pembahasan KUA PPAS 

Kabupaten Purbalingga meraih penghargaan KLA Tahun 2022 peringkat pratama bersama 8 kabupaten yang lain di Jateng. Masing-masing Pati, Banyumas, Kudus, Banjarnegara, Jepara, Purworejo, Kendal, dan Semarang. Menteri PPPA RI, Bintang Puspayoga mengatakan penghargaan ini untuk kabupaten/kota yang memiliki komitmen tinggi untuk mendukung pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Sementara itu dalam peringatan HAN, Bupati Tiwi berbaur bersama anak-anak. Bupati juga sempat bernyanyi bersama dua orang anak tuna netra. Mereka membawakan lagu dari grup D Masiv berjudul “Jangan Menyerah”. Dalam kesempatan itu bupati juga mencoba beberapa permainan anak-anak tradisional.

Baca juga  Hanya Ada di Purbalingga, Pengibaran Bendera HUT RI ke-77 di Dalam Goa

Bupati Tiwi mengaku gembira karena kegiatan HAN kali ini justru berbeda. Sebab, selain menampilkan kebolehan anak-anak dalam menyanyi, menari juga adanya permainan-permainan tempo dulu. Terlebih selama pandemi covid-19 melanda, anak-anak jarang bermain bersama dalam sebuah kelompok.

“Sudah hampir 2,5 tahun kegiatan Hari Anak Nasional di-off-kan karena pandemic covid-19. Saat ini pandemic telah melandai dan kita bisa bermain bersama teman-teman karena situasinya sudah memungkinkan,” katanya.

Kenalkan Permainan Tradisional

Permainan tradisional yang ditampilkan meliputi egrang bambu, egrang batok, sondamanda, sumpringan, bakyak, holahup, ulartangga dan congklak. Penyedia peralatan permainan tradisional ini adalah Kampung Bermain Gajiro kelurahan Bancar.

Baca juga  PSSI Purbalingga Tunjuk Manager Kesebelasan Purbalingga di Liga 3 dan Piala Suratin Asprov Jateng

Bupati mengatakan, kegiatan peringatan HAN kali ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak generasi penerus bangsa atau generasi milenial. Mereka perlu kenal dengan permainan tradisional karena perkembangan zaman dan teknologi anak-anak sekarang sudah tidak bermain dan berkegiatan permainan tradisional.

“Hari ini kita semua, anak-anak hebat Purbalingga, tolong ya games online, handphone dititipkan dulu ke bapak ibunya. Karena kita hari ini, akan bermain permainan tradisional. Karena permainan tradisional gak kalah seru kok dengan games online,” imbuhnya.

Berita Terkait

Berita Terkini