Senin, 4 Juli 2022

Realisasi Investasi di Cilacap Capai Rp 11,5 Triliun

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Nilai realisasi investasi di Kabupaten Cilacap pada 2016 meningkat hingga 165,96 persen dari proyeksi investasi sebesar Rp 697 milliar lebih. Kenaikan realisasi investasi yang signifikan tersebut berada di sektor industri non legam sebesar Rp 11,5 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Drs Budi Santosa Msi menjelaskan, proyeksi dan realisasi investasi sampai dengan Desember 2016 berdasarkan PerBup No 84 tahun 2013 tentang Rencana Umum Modal Daerah (RUPMD). Adanya investasi industri non logam pada Proyek RFCC Pertamina Cilacap sebesar Rp. 11.267.885.800.000.

Baca juga  Banyak Warga Gelar Hajatan, Harga Cabai di Purbalingga Semakin Pedas

“Ada beberapa sektor lain yang juga mengalami peningkatan tetap tidak begitu siginifikan dan nilainya dibawah Rp 500 juta, Perikanan, Industri Kayu,Industri Karet dan Plastik, dan Industri lainya.

Lebih lanjut dijelaskan, kenaikan realisasi juga terjadi pada sektor Hotel dan Restoran. Hingga Desember 2016, realisasi investasi hotel dan restoran mencapai Rp 26,7 milliar. Untuk sektor industri Transportasi gudang dan komunikasi, realisasi investasi hingga Desember 2016 mencapai Rp 13,6 milliar. Sedangkan realisasi investasi diatas Rp 1 milliar diantaranya, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran sebesar Rp 4,2 milliar lebih, Industri Logam, Mesin dan Elektronik Rp 1,3 milliar, Industri Tekstil, Rp 3 milliar.

Baca juga  Harga Cabai Melejit, Pedagang Nasi Padang di Banjarnegara Menjerit

“DPMPTSP Kabupaten Cilacap sesuai dengan Tupoksinya melalukukan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif serta untuk meningkatkan peran serta pengusaha dalam merealisasikan investasinya secara teratur,” paparnya.

Ia menambahkan, pendapatan masyarakat akan meningkat apabila di daerah tersebut kegiatan investasi di segala sektor meningkat. Beberapa faktor pendukung meningkatnya iklim investasi diantaranya, stabilitas keamanan, tersedianya sarana dan prasarana, sumber daya yang memadai dan peraturan yang mendukung iklim investasi yang kondusif.(adi)

Berita Terkait

Berita Terkini