Minggu, 28 November 2021

Rofik Hananto Serahkan Sederet Peralatan kepada Pelaku UMKM dan IKM 

Anggota DPR RI Komisi VII, Rofik Hananto serahkan sederet peralatan kepada pelaku UMKN dan IKM. (Amin)

Sederet barang produksi diserahkan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM). Barang produksi yang diserahkan di antaranya mesin penggilingan daging, sampai alat pertanian. Secara simbolis diserahkan oleh Anggota DPR RI Komisi VII, Rofik Hananto kepada para penerima, di Purbalingga, Jumat (15/10/2021) siang.


Purbalingga, serayunews.com

Rofik Hananto menyampaikan, seperti diketahui karena Pandemi Covid-19, roda perekonomian tersendat. Bahkah ada di beberapa sektor bahkan berhenti. Maka pihaknya berupaya sebisa mungkin, untuk mendorong agar perekonomian bisa kembali bergerak.

“Orientasinya adalah untuk penanggulangan ekonomi dampak pandemi, semoga pelaku umkm, ikm, bisa kembali bergerak lagi dan terus membaik,” katanya, usai penyerahan di Purbalingga.

Sejumlah peralatan yang diserahkan, merupakan produk dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (Brin). Pihaknya bekerjasama dengan Brin untuk program Difusi Teknologi dan Inovasi UMKM. Barang-barang tersebut di antaranya ada mesih gilingan daging, pembuat bakso, sampai alat pertanian berupa traktor.

“Sasarannya adalah kelompok, baik kelompok UMKM, maupun kelompok tani. Mulai dari Banjarnegara, Kebumen, dan juga Purbalingga,” ujarnya.

Diharapkan, setelah memiliki peralatan sendiri, bisa meningkatkan produktivitas mereka. Karena setidaknya sudah bisa mengurangi biaya produksi. Sehingga perlahan usaha merangkak naik, dan perekonomian kian membaik.

“Kan udah mending tuh, kalau biasanya harus rental atau sewa, sekarang sudah ga perlu sewa lagi. Semoga perekonomian kian membaik,” kata dia.

Hadir pada acara tersebut, Plt Dinperindag Kabupaten Purbalingga Johan Arifin. Dia menyampaikan terima kasih atas perhatian terhadap pelaku usaha di Purbalingga. Dengan bantuan peralatan tersebut, diharapkan bisa untuk meningkatkan produktivitas.

“Setidaknya sejumlah kendala sudah bisa teratasi, jadi produksi bisa makin tinggi,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini