
SERAYUNEWS-Memasuki bulan Ramadan ini, Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara mulai menyiapkan strategi khusus dalam pelayanan masysarakat atau pasien selama Ramadan dan Libur Lebaran 2026.
Direktur RSI Banjarnegara Arif Fadlulloh Chonar mengatakan, penjadwalan atau pembagian sift akan dilakukan secara bergilir untuk menangani pasien yang membutuhkan penanganan medis. Tidak hanya bagi rawat inap, tetapi juga di IGD, termasuk dokter jaga serta dokter pelayanan.
“IGD tidak boleh sampai kosong, dan kita juga menyiagakan paramedis untuk layanan pemudik, termasuk menyiapkan 7 ambulance serta driver yang siap siaga selama arus mudik dan arus balik libur Lebaran mendatang,” katanya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, belajar dari pengalaman sebelumnya, pada arus mudik dan libur Lebaran kali ini tidak ada pegawai yang cuti, mereka tetap akan menjalankan tugasnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, bahkan ada penambahan personel pada beberapa bagian selama libur lebaran nanti.
Dengan begitu, pelayanan terhadap pasien telah diatur secara bergantian sehingga tidak berpengaruh terhadap layanan pasien. “Sudah pasti kami akan selalu siap siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan secara optimal pada pasien, baik dokter dan paramedis yang bertugas di instalasi gawat darurat (IGD) maupun yang bertugas di ruang rawat inap, apalagi RSI berada di jalur utama Banjarnegara yang tentunya akan menjadi rumah sakit rujukan selama arus mudik,” katanya.
Selain itu, untuk mengantipasi terjadinya lonjakan pasien pemudik Lebaran yang membutuhkan layanan kesehatan, RSI Banjarnegara telah menyiapkan ruang khusus pada IGD selama 24 jam. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi apabila terjadi lonjakan pasien pemudik Lebaran 2026.
“Kita juga siapkan dokter spesialis untuk siaga, non pelayanan harus ada yang jaga, termasuk keberadaan dokter di IGD, baik dokter umum maupun spesialis, jangan sampai ada yang kosong, semua harus siaga untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.