Senin, 18 Oktober 2021

Rumah Tunanetra Pembuat Besek Ini Direnovasi, Terima Kasih ke Ganjar

Ganjar Pranowo mengecek kondisi rumah milik tuna netra pembuat besek di Dusun Gading, Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang pasca di renovasi

Rona kebahagiaan terpancar di wajah Parti dan suaminya Purmanto. Rumah milik tuna netra pembuat besek di Dusun Gading, Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, telah selesai direnovasi dalam waktu 20 hari. 


Kabupaten Semarang, Serayunews.com

Mereka berterima kasih atas bantuan yang difasilitasi oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu . ” _Nggih Pak, sampun dados_. _Matur nuwun_ Pak Ganjar. (Iya Pak, sudah jadi. Terima kasih, Pak Ganjar),” ujar Parti begitu melihat Ganjar tiba di halaman rumahnya, Minggu (18/7/2021).

Ganjar memang sengaja datang ke lokasi sambil bersepeda dari Rumah Dinas Puri Gedeh di Kota Semarang untuk melihat hasil akhir renovasi rumah yang sudah ditinggali selama lebih dari setengah abad itu.

Setelah memarkir sepedanya, Ganjar langsung menghampiri Parti dan Purmanto dan mempersilakan Parti untuk membuka kunci pintu rumah baru itu.

” _Sing nyambut damel niki sinten_ ? (Yang bekerja membuat (rumah) ini siapa?” tanya Ganjar kepada Parti sambil melihat-lihat kondisi di dalam rumah.

” _Tiyang kathah, gugur gunung, ndalu kaliyan siang_. (Orang banyak, kerja bakti, malam dan siang),” jawab Parti.

Ganjar juga memberikan kejutan kecil untuk Parti yaitu berupa peralatan dan perabot rumah yang dibeli saat perjalanan dari Kota Semarang.

” _Niku kula sampun tukokake sapu, terus panci, baskom. Tukune ning dalan pas lewat Salatiga mau_. (Itu saya sudah belikan sapu, terus panci, baskom. Belinya di jalan waktu lewat Salatiga tadi),” ujar Ganjar.

*Gunakan Konstruksi Ruspin*

Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan rumah itu menggunakan konstruksi Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin) sehingga bisa cepat selesai.

Ia juga mengapresiasi warga Dusun Gading, Desa Sumberejo, yang bergotong royong dalam merenovasi rumah milik pasangan Purmanto dan Parti.

Menurutnya gerakan warga itulah yang membuat rumah itu dapat selesai dalam waktu singkat.

“Ada dua yang menarik buat saya, warga desa gotong royongnya luar biasa. Bongkar rumah tidak hanya dalam sehari tetapi setengah hari saja. Masyarakatnya guyub ‘bruk’, ungkap Ganjar.

“Terus kemudian satu hari mendirikan konstruksinya, maka dengan model Ruspin itu cepat. Total sampai berdiri itu cukup waktu 20 hari,” tambahnya

Model Ruspin tersebut, lanjut Ganjar, akan terus disosialisasikan ke masyarakat sehingga dapat menjadi contoh untuk menggerakkan dan membantu agar konstruksi rumah lebih baik.

Sebelumnya, Ganjar sempat bertamu ke rumah Parti pada 16 Juni 2021. Saat itu kondisi rumah itu tidak layak huni. Konstruksi rumahnya menggunakan kayu dan hampir lapuk.

Beberapa kayu yang menyekat ruang tengah dengan kamar pun tampak tak lagi utuh bahkan ada yang menggantung dan tidak menyangga ke tanah. Ganjar pun meminta Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah untuk segera merenovasi.

Berita Terkait

Berita Terkini