Rabu, 5 Oktober 2022

Sedekah Laut Cilacap Mulai Hari Ini, Diawali Ritual Nyekar di Pulau Majeti Nusakambangan

Perayaan sedekah laut di Cilacap, Kamis (11/8/2022). (Ulul Azmie)

Tradisi budaya sedekah laut di Cilacap berawal dengan nyekar atau ziarah di Karang Bandungan Pulau Mejeti Nusakambangan, Kamis (11/8/2022)  oleh sesepuh kelompok nelayan. Kemudian rangkaian ritual setelahnya ada tirakatan, tasyakuran, dan puncaknya ada kirab serta laurangan jolen berisi sesaji.


Cilacap, serayunews.com

Wakil Ketua I DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap Pardjo Hadi Pranoto mengatakan, prosesi nyekar merupakan tanda mulainya rangkaian budaya sedekah laut di Kabupaten Cilacap.

“Nyekar di Karang Bandung, sesepuh kelompok nelayan yang memasrahkan, termasuk HNSI juga ikut ke sana, nyekar itu sebagai rasa syukur kepada Allah agar nelayan diberi rezeki yang banyak,” ujar Pardjo, Kamis (11/8/2022).

Menurutnya, prosesi nyekar berlangsung pada Kamis Wage di bulan Suro. Kemudian pada malamnya ada tirakatan dan syukuran. Kemudian di hari kedua atau Jumat Kliwon ada upacara adat berlanjut dengan kirab atau arak-arakan jolen dari Pendapa Kabupaten menuju Pantai Teluk Penyu Cilacap, kemudian di larung ke tengah laut.

“Kalau jolen ada dari Kabupaten, HNSI, delapan kelompok nelayan, kemudian ada jolen dari PT Alam Lintas Indonesia. Istilahnya ikut meramaikan. Hiburannya besok bersama dengan pawai ada kentongan, ebeg, kuda lumping, dan lainnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk hiburan lainnya, lanjut Pardjo, akan ada pagelaran wayang kulit di 10 titik, di antaranya di masing-masing kelompok nelayan.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Paiman menyampaikan pada prosesi gelar budaya sedekah laut atau festival nelayan 2022, nelayan akan memakai pakaian tradisional dan mengarak jolen.

Adapun jalur arak-arakan adalah alun-alun Kota Cilacap–Jalan Ahmad Yani–Letjend Sutoyo–Brug Menceng–THR Teluk Penyu Cilacap.

“Dalam prosesinya delapan kelompok nelayan Cilacap bersama HNSI Cilacap yang bakal terlibat pada Festival Nelayan 2022. Mereka adalah kelompok nelayan PPSC, Pandanarang, Bengawan Donan, Lengkong, Sidakaya, Sentolokawat, Kemiren, dan Tegalkatilayu,” ujarnya.

Paiman berharap, dengan Festival Nelayan 2022 ini dapat menambah geliat wisata di Cilacap semakin meningkat. Sebelumnya festival ini terhenti tiga tahun akibat terdampak pandemi Covid-19.

“Tentunya adanya Festival Nelayan ini juga dapat memberikan multi player efek pada masyarakat Cilacap. Seperti mendorong tumbuhnya perekonomian di kalangan UMKM Cilacap serta geliat wisata budaya di Cilacap,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini