Senin, 18 Oktober 2021

Sejak Kapan Keberadaan Pesawat Dakota D3 di Lanud JB Soedirman Purbalingga? Begini Sejarahnya

Keberadaan Monumen Pesawat Dacota D3 di Lanud JB Soedirman Purbalingga. (Sumber foto: Instragram Lanud JB Soedirman)

Masyarakat Purbalingga sebagian besar pasti sudah pernah melihat ada tubuh pesawat yang terpajang di kawasan Lanud Wirasaba, yang kini bernama Lanud Jenderal Besar (JB) Soedirman. Keberadaan pesawat Dacota DC 3 itu memang bertujuan sebagai monumen dan jadi pengingat jasa serta perjuangan di masa kejayaannya. Tahukah Anda sejak kapan pesawat Dacota itu berada di Lanud JB Soedirman Purbalingga?


Purbalingga, serayunews.com

Senin (27/09/2021) lalu, pesawat dengan nomor registrasi T-463 itu telah dipindah keberadaannya. Jika sebelumnya berada di apron lama atau arah utara runway. Demi keamanan dan kenyamanan, sekarang berpindah kesamping Mess Waang, dekat lapangan Garuda Manunggal Lanud J.B. Soedirman. Relokasi pesawat Dacota tersebut adalah untuk pemenuhan persyaratan operasional penerbangan.

“Dengan pemindahan ini tidak ada obstacle yang menggangu saat take off dan landing pesawat, baik militer dan sipil,” kata Komandan Lanud J.B. Soedirman Letkol Nav Marino Adam Darmawan, S.T.,M.M, belum lama ini.

Pesawat garapan sekitar tahun 1936 ini tentu sudah terlalu tua untuk operasional. Namun, meski sudah akhir masa hidupnya, tubuh pesawat Dacota tidak dibiarkan menjadi besi rongsok semata. Keutuhan setiap bagian pun menjadi hal yang sangat dijaga. Terbukti saat proses pemindahannya dilakukan sangat hati-hati.

“Proses pemandangan dilakukan selama seminggu itu,” ujarnya.

Pemindahan monumen pesawat Dacota dilaksanakan oleh tim Bantuan Pemeliharaan Lapangan (Banharlap) Skadron Teknik 043 Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Dipimpin Kapten Tek Bambang, dilakukan bersama-sama dengan personel Lanud J.B. Soedirman. Proses pemindahan diawali dengan doa bersama di Mushola At Taqwa.

Personel Lanud JB Soedirmab saat membersihkan monumen pesawat Dacota,

Di lokasi baru, Pesawat Dacota D 3 itu diletakan dengan beralas beton semen. Tinggi dari tanah sekitar 50cm, bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keawetan bagian bawahnya. Dipasang dengan pose mencorong ke atas, seolah siap lepas landas.

Setelah selesai terpasang pada tempat barunya, monumen pesawat Dacota tersebut pun dimandikan, Kamis (7/10/2021). Tujuannya untuk menjaga keindahan dan kerapian pesawat sekaligus juga area sekitar monumen pesawat.

“Selain sebagai wujud penghargaan kepada para pendahulu TNI AU, juga sebagai wujud kepedulian untuk menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan rapi sehingga menjadi contoh bagi warga masyarakat sekitarnya,” kata Danlanud.

Diketahui, keberadaan Pesawat Dacota D 3 di Lanud JB Soedirman sejak sekitar tahun 1980. Saat itu Pesawat Dacota TNI AU melaksanakan aplaus crew dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dengan rute ke Lanud Abdul Rahmansaleh Malang.

Misi tersebut berjalan dengan lancar. Sekembalinya dari Malang, pesawat tersebut mampir dan mendarat di Lanud Wirasaba. Itu pun masih berjalan aman dan lancar. Kemudian take off dari Lanud J.B. Soedirman menuju ke Lanud Halim Jakarta.

Tiba- tiba saat perjalanan sampai daerah Sokaraja Banyumas, pesawat Dacota mengalami gangguan pada mesin propeler sebelah ( baling-balingnya tidak berputar). Kapten pilot memutuskan untuk melaksanakan pendaratan darurat. Kemudiam kembali menuju ke Lanud J.B. Soedirman, sebagai landasan udara terdekat.

Saat pendaratan, pesawat tergelincir dan terperosok di ujuk runway. Tetapi semua awak crew pesawat selamat. Pesawat yang berada di ujung runway tersebut, dekat sungai serayu kemudian di tarik oleh personel Lanud ke lokasi yang aman dekat apron Lanud.

“Peristiwa Dacota ini terjadi pada saat Komandan Lanud dijabat oleh Kapten Adm Chusnan (1979-1981),” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini