Selasa, 6 Desember 2022

Sekda Ultimatum OPD di Purbalingga untuk Buat Inovasi, Jika Tidak Maka Pencairan TPP Ditunda

Sekda Purbalingga Herni Sulasti memberikan sambutan mewakili Bupati dalam launching 22 inovasi dengan prakarsa Dinkominfo Pemkab Purbalingga, di Pendapa Dipokusumo, Selasa (1/11/2022). (Joko Santoso/Serayunews)

Sekda Purbalingga Herni Sulasti mengultimatum jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membuat inovasi. Minimal satu OPD bisa membuat satu inovasi. Apabila hal itu tidak OPD lakukan, maka dia menegaskan akan melakukan penundaan pencairan tambahan perbaikan penghasilan (TPP).


Purbalingga, serayunews.com

“Setelah saya melakukan pengecekan di lapangan. Satu-satunya cara yang ampuh untuk membuat jajaran aparatur sipil negara (ASN) melakukan inovasi adalah dengan TPP. Mereka sangat takut jika TPP tidak dibayarkan. Makanya saya minta silakan berinovasi. Buat minimal satu OPD satu inovasi. Jika tidak, maka pencairan TPP ditunda,” katanya saat memberikan sambutan mewakili Bupati Purbalingga dalam acara Launching 22 Inovasi sejumlah OPD di Pendapa Dipokusumo Pemkab Purbalingga, Selasa (1/11/2022).

Sekda menyampaikan inovasi bisa merupakan sebuah aplikasi atau sistem informasi yang bisa masyarakat ketahui. Jadi inovasi tidak hanya berguna secara internal saja, namun juga bermanfaat bagi masyarakat.

“Selain itu juga mendukung visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati,” ungkapnya.

Kepala Dinkominfo Kabupaten Purbalingga Jiah Palupi Twihantarti MM mengungkapkan OPD Pemkab Purbalingga yang bermitra dengan Dinkominfo dalam membuat inovasi di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar), Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes), Inspektorat, Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) dan Dinkominfo sendiri.

Nama Aplikasi

Adapun 22 aplikasi yang diluncurkan kali ini, 4 di antaranya inovasi dari Bappelitbangda yakni: Si Pakis Bangga (Sistem Informasi Penanggulangan keluarga Miskin Purbalingga) versi Android dan Website, Si Intan (Sistem Informasi Izin Penelitian), Cascading dan E-Klinik PMS. Empat aplikasi dari BKPPD yakni: e-Presensi, e-Kinerja, e-File, Simpel (Sistem manajemen Pelatihan Purbalingga). Dua inovasi dari Dinporapar yakni Purbalingga Memikat versi Android dan Website.

Satu inovasi dari Dinpermasdes yakni Si Labu Manis (Sistem Informasi Laboratorium BUMDes menuju Desa Mandiri Inovatif dan Sejahtera). Dua inovasi dari Inspektorat yakni WBS (Whistle Blowing System) dan Siwas Beta Bangga (Sistem informasi Pengawasan Bebas Temuan Purbalingga). Satu inovasi dari Bagian Hukum Setda yakni Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) ver 2.0.

“Kemudian dari kami sendiri (Dinkominfo) ada Si Mantap (Sistem Informasi Menara Telekomunikasi Purbalingga) dan Si ELO (Sistem Informasi Elektronik Layanan Kominfo). Lalu, Dilan (Digital Layanan Antrean), Si Mita (Sistem Informasi Manajemen IT Asset), Si JOLI (Sistem Informasi Jaringan Online Internet). Kemudian, Purbalingga Juara yang menampung seluruh prestasi Kabupaten Purbalingga dari tingkat desa, kecamatan, sekolah, OPD dan perorangan dan kami tutup dengan Bangga Macapat,” imbuhnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini