
SERAYUNEWS – Teka-teki mengenai hadiah umroh dalam acara jalan sehat HUT RI ke-80 di Kabupaten Banyumas akhirnya menemui titik terang. Hadiah tersebut kini resmi diganti dengan uang tunai senilai Rp10 juta yang diberikan kepada sang pemenang, Novi Yanti.
Kepastian ini didapatkan Novi Yanti hanya berselang dua jam setelah dirinya memberikan pernyataan kepada awak media pada Kamis (12/02/2026).
Sebelumnya, Novi sempat diwawancarai melalui sambungan telepon sekitar pukul 16.00 WIB terkait kejelasan hadiah tersebut. Pada pukul 18.00 WIB, Novianti mengonfirmasi bahwa kompensasi telah diterima.
Uang tersebut ditransfer langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia HUT ke-80 RI Kabupaten Banyumas.
“Ini sudah dikasih hadiahnya, diganti dengan uang Rp 10 juta,” kata Novi melalui pesan singkat, Kamis petang.
Saat dikonfirmasi mengenai sosok pemberi dana tersebut, ia menyebut nama Agus Nur Hadie. “Pak Sekda Agus Nur Hadie,” ujarnya.
Diketahui, awalnya panitia menganggarkan untuk hadiah paket umroh nilainya Rp25 sampai Rp30 juta. Namun, Sekda Banyumas hanya memberikan Rp10 juta.
Meskipun tidak jadi berangkat umroh dan uang kompensasi juga tidak seperti yang dijanjikan awal, namun Novi mengaku tidak mempersoalkan. Setidaknya, bagi Novi, mendapatkan kepastian atas hadiah sudah cukup.
“Alhamdulilah yang penting sudah beres. Saya nunggu sampai 6 bulan, sudah plong,” ujar Novi.
Diberitakan sebelumnya, Novi, warga Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, adalah pemenang ibadah umroh, pada undian pada acara jalan sehat dalam rangka HUT RI ke-80, Pemkab Banyumas 24 Agustus lalu.
Seperti halnya yang dialami Yulia Nurul, pemenang hadiah Mobil Brio, pada acara yang sama. Novi juga sampai saat ini belum menerima hadiah yang dia dapatkan.
Saat dikonfirmasi, Novi menyampaikan bahwa, pada awal perjanjian, hadiah akan direalisasikan paling lambat Januari 2026. Namun kenyataanya sampai saat ini belum terwujud.
“Sejak awal, Pak Sena janjinya akhir Januari beres. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan,” katanya, Kamis (12/02/2026).
Sebagai informasi, Sena merupakan Direktur Bos Event Organizer, yang pada pemberitaan sebelumnya disebut Najmudin.
Meskipun tak kunjung ada realisasi, namun Novi mengaku beberapa kali komunikasi dengan panitia. Baik dari Bos EO maupun dari Pemkab Banyumas.
“Kemarin Pak Sena (EO acara) sudah telepon. Katanya lagi diusahakan, Pak Agus (Sekda) juga sudah sempat menghubungi. Katanya lagi diurus,” ujarnya.
Lebih lanjut Novi menceritakan, bahwa saat acara jalan sehat di kawasan Menara Teratai, dia membeli dua kupon. Satu di antaranya itu yang keluar sebagai pemenang umroh saat pengundian.
“Beli dua tiket, dan dapat itu. Alhamdulillah dapat,” ujarnya.
Saat pengundian itu, Novi sudah berada di rumah. Dia kemudian dihubungi oleh pihak panitia.
“Saya waktu itu tidak datang, terus ditelepon ke rumah. Habis itu saya langsung ke sana,” katanya.
Ia mengaku sangat terharu saat mengetahui dirinya menjadi pemenang hadiah umroh.
“Bahagia campur terharu. Saya tidak mengira penipuan, karena kan atas nama Pemda Kabupaten, jadi tidak berpikiran sama sekali kalau itu penipuan,” kata dia.