Kamis, 2 Desember 2021

Seorang Warga Banjarnegara Ditemukan Tewas Tersangkut Batu di Sungai Bermali, Begini Kronologinya

Tim SAR sedang mengevakuasi korban hanyut di Sungai Bermali Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara. (Maula)

Setelah dilakukan pencarian, korban hanyut di Sungai Bermali Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan tim SAR pada Sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 05.30 WIB.


Banjarnegara, serayunews.com

Korban hanyut diketahui bernama Haris Nur Achmad (21) warga Kelurahan Argasoka, Kecamatan Banjarnegara. Sebelum kejadian, korban bersama rekannya Bayu di Sungai Bermali Desa Kebutuhjurang pada Jumat (22/10/2021) sekitar pukul 15.45 WIB dengan mengendarai sepeda motor.

Sampai di lokasi, kedua pemuda ini tertarik untuk berenang pada kubangan sungai bermali. Saat asyik berenang, datang pemancing yang duduk tak jauh dari korban berenang. Kemudian kedua pemuda ini berpindah tempat yang lebih dalam.

Saat itu, tiba-tiba korban langsung melompat ke sungai. Tak berselang lama, korban bertetiak meminta tolong karena terbawa pusaran air. Rekan korban yang baru saja duduk spontan turun dan membantu korban. Tak hanya itu warga yang sedang mancing juga berusaha menolong. Namun korban tak juga berhasil diselamatkan.

Dari kejadian tersebut, warga bersama dengan tim SAR dan relawan BPBD melakukan penelusuran sungai. Namun hingga tengah malam, korban tak juga ditemukan. Korban baru ditemukan keesokan harinya dengan kondisi tersangkut di batu. Tidak hanya itu korban juga mengalami beberapa luka karena benturan dengan benda keras.

“Korban sudah ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB, dan saat ini jasad korban sudah diserahkan pada keluarga untuk dimakamkan,” kata Kalakhar BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto melalui Kabid Logistik dan Kebencanaan Andri Sulistyo.

Menurutnya, saat kejadian, ada beberapa orang yang mencoba menolong, termasuk rekan korban dan warga yang kebetulan berada di lokasi. Namun derasnya pusaran air dan dalamnya sungai membuat korban tidak bisa diselamatkan.

Berita Terkait

Berita Terkini