Senin, 23 Mei 2022

Serap Aspirasi Kelompok Rentan, Pemkab Purbalingga Gelar Rempug Kreasi

Serap Aspirasi Kelompok Rentan, Pemkab Purbalingga Gelar Rempug Kreasi. Foto Amin

Lansia, perempuan, difabel, dan anak-anak masuk dalam kelompok kaum rentan. Sebab mereka memiliki kerendahan tertentu seperti rentan fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun demikian, mereka juga termasuk bagian dari masyarakat yang tetap harus mendapat perhatian. Sementara dalam pembangunan bangsa, mereka kerap termarjinalkan.


Purbalingga, serayunews.com

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Rempug Kreasi bersama kelompok rentan, di Pendopo Dipokusumo, Kamis pagi (14/4/2022).

Kepala Bapelitbangda Purbalingga, Suroto menyampaikan, kelompok rentan merupakan bagian dari masyarakat dengan kekhususannya masing-masing. Mereka berhak mendapat perhatian, karena masih sangat berpotensi berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Rempug Kreasi digelar untuk memberikan ruang kepada kelompok rentan, supaya dapat terlibat aktif dalam perencanaan pembangunan.

Baca juga  Lonjakan Pemudik di Terminal Bus Bulupitu Purwokerto, Diprediksi Terjadi pada 29 April 2022

“Mereka memiliki kerentanan fisik, kerentanan sosial, kerentanan ekonomi dan kerentanan lingkungan. Tapi usulan dan aspirasi mereka, tetap perlu kita tampung,” kata Suroto.

Kepala Bapelitbang Purbalingga Suroto saat acara Rempug Kreasi di Pendopo Dipo Kusumo Kamis siang. Foto Amin

Kelompok rentan di Purbalingga, memiliki beragam permasalahan. Contohnya masih adanya kasus kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi dan balita, angka prevalent stunting, juga permasalahan talasemia, jantung bawaan dan penderita HIV/AIDS.

“Dari catatan, penderita talasemia tahun 2021 sebanyak 96 jiwa dan terlayani baru 73 jiwa, jantung bawaan tercatat 95 jiwa dan dirawat 83 jiwa, penderita HIV/AIDS tahun 2021 ada 576 jiwa dan Januari 2022 meningkat menjadi 633 jiwa,” katanya.

Baca juga  Bagaimana Kebijakan Pelonggaran Masker di Cilacap? Ini Penjelasannya

Sementara di bidang pendidikan, ada 2.287 anak tidak sekolah dan masih adanya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak. Tahun 2021 tercatat 45 kasus, sampai Maret 2022 sudah terjadi 15 kasus.

Diungkapkan, untuk penyandang disabilitas di Kabupaten Purbalingga terdapat 9.581 jiwa, terdiri disabilitas fisik 6.115, disabilitas mental 3.028 dan disabilitas fisik dan mental 824 orang. Dan jumlah pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial secara keseluruhan, ada 157.317 jiwa dan baru 88,73% yang terlayani oleh pemerintah.

“Kelompok rentan adalah bagian dari kita, oleh karenanya kita yang tidak termasuk kelompok rentan harus memiliki rasa tanggungjawab untuk mengupayakan dan menyediakan kemudahan. Misalnya bantuan layanan sarpras, agar masing-masing dapat terpenuhi kebutuhan dan mendapatkan haknya,”ujarnya.

Baca juga  Bazar Ramadan Diharapkan Jadi Momentum Kebangkitan UMKM Purbalingga

Bupati Purbalingga yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs Agus Winarno MSi mengatakan, Pemkab Purbalingga sudah mengalokasikan kegiatan guna memfasilitasi kelompok rentan.

“Kegiatannya tersebut antara lain alokasi untuk penyediaan rantang berkah untuk lansia,” kata dia.

Pemkab juga mengalokasikan iuran BPJS yang tidak  ditanggung  oleh pemerintah pusat. Secara periodik, bupati mengalokasikan pembagian beras dan lele, serta makanan tambahan untuk ibu hamil, dan lain sebagainya.

“Semuanya dalam rangka memberikan peluang yang sama, agar pembangunan bisa untuk semua,”ujarnya.

Kegiatan Rembug Kreasi menghadirkan narasumber dari  Forum Lintas Perempuan Kabupaten Purbalingga, Forum Thalasemia dan Jantung Bawaan Kabupaten Purbalingga, dan KPAD Kabupaten Purbalingga.

Berita Terkait

Berita Terkini